Khofifah Perkuat Komitmen Kepala Daerah Jatim Ciptakan Iklim Investasi Inklusif dan Bebas Premanisme

KANALSATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah se-Jatim untuk memperkuat sinergi dalam menjaga iklim investasi yang inklusif, berkelanjutan, aman, dan bebas premanisme. Ajakan ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Selasa (15/7/2025).
“Iklim investasi yang aman dan nyaman adalah kunci menarik investor. Kita harus beri kepastian hukum dan kebebasan dari intervensi premanisme,” ujar Khofifah.
Pemprov Jatim menyiapkan strategi percepatan penyusunan RTRW dan RDTR kabupaten/kota, pembangunan infrastruktur penunjang industri, hingga insentif investasi melalui Peraturan Gubernur. Inisiatif seperti dashboard debottlenecking, program skill match 100k, serta promosi investasi berbasis WebGIS turut menjadi pilar pendukung.
Khofifah menegaskan, kemudahan akses energi, lahan, perizinan, ketenagakerjaan, serta penyelesaian masalah di lapangan menjadi faktor penting agar para investor merasa dilayani.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemprov Jatim telah menyusun Investment Project Ready to Offered (IPRO) di berbagai sektor strategis seperti manufaktur, agrikultur, infrastruktur, pariwisata, kesehatan, kawasan industri, hingga pertambangan. Kajian pra-feasibility study juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas proyek yang ditawarkan.
“Investor akan lebih tertarik pada proyek yang sudah siap ditawarkan. Tahun depan jumlah IPRO akan terus ditambah,” jelas Khofifah.
Jawa Timur memiliki keunggulan logistik nasional dengan dukungan 7 bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas tol, 12 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan satu kawasan industri halal. Pelabuhan Tanjung Perak bahkan melayani 21 dari 39 rute Tol Laut nasional, menjadikan Jatim sebagai simpul distribusi logistik ke 19 provinsi timur Indonesia.
Data BPS menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur triwulan I 2025 mencapai Rp819,3 triliun, menyumbang 14,42% terhadap PDB Nasional dan 25,11% terhadap PDRB Pulau Jawa. Ekonomi Jatim juga tumbuh 5,00% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 4,87%.
“Dengan kontribusi dan pertumbuhan ekonomi sebesar ini, Jatim pantas menjadi Center of Gravity ekonomi nasional dan Gerbang Baru Nusantara,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur dalam penguatan promosi investasi. Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menekankan pentingnya KIS—Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi—sebagai fondasi menjaga iklim investasi.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus saling mendukung agar investasi di Jatim tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Ibrahim.
(KS-9)