Didukung Kebijakan dan Infrastruktur, Wagub Emil Optimis Iklim Investasi di Meningkat
East Java Investment Dialogue 2025

KANALSATU - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan optimismenya terhadap iklim investasi agar terus meningkat supaya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka East Java Investment Dialogue 2025 di Ballroom Fourth Points Hotel, Rabu (16/7/2025).
Emil mengungkapkan East Java Investment Dialogue (EJID) tahun 2025 ini sebagai investment matchmaking hub yang mempertemukan langsung investor dengan pemilik proyek strategis di berbagai sektor prioritas.
“Jawa Timur tidak sekadar menjajakan potensi. Alhamdulillah kebijakan berbasis ekonomi serta didukung infrastruktur yang semakin terintegrasi, kemudian tenaga kerja yang terus ditingkatkan kompetensinya maka Jawa Timur siap membuka peluang investasi,” ujar Emil dalam sambutannya.
Ia menambahkan, realisasi investasi di Jawa Timur yang ada cukup menjanjikan disokong oleh Singapura, USA, Belanda, Jepang.
Beberapa waktu lalu, imbuh Emil, pihaknya bahkan secara khusus berkunjung ke Jepang guna menguatkan peluang investasi diberbagai bidang. Menurutnya, Jawa Timur punya infrastruktur dan sumber daya yang memadai guna menunjang potensi investasi menjanjikan.
“Tak hanya infrastruktur, Jatim juga terus memperkuat potensi ekonomi khususnya produksi beras dan swasembada gula. Bahkan kemarin Gubernur berkunjung ke Probolinggo menghadirkan 1.080 sapi perah dari Australia guna meningkatkan produksi susu sapi di Jawa Timur,” sebutnya.
Oleh karena itu, Emil mengatakan kepada investor untuk tidak khawatir terhadap gangguan yang eksternal yang berpotensi menghambat investasi bisnis.
Ia menjamin Pemerintah Jawa Timur menjaga iklim investasi tetap sehat dan terus berupaya memberikan akses yang lebih baik bagi investor yang akan berinvestasi di Jawa Timur.
“Jawa Timur siap untuk menghadirkan iklim investasi yang sehat dan kedepannya serta menambahkan komoditi strategis lainnya,” jelasnya.
Pihaknya juga berkomitmen memperbaiki dan melindungi investasi dari ancaman gangguan keamanan, seperti preman atau gangster, kejahatan, dan segala bentuk gangguan lainnya. (KS-5)