59 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan Bangunan Ponpes Sidoarjo

FASE GOLDEN TIME: Kondisi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang diduga ada 59 santri belum bisa dievaluasi, meski sudah memasuki fase golden time, atau 72 jam sejak korban tertimbun. (dok/istimewa)

KANALSATU - Sedikitnya 59 santri diduga masih tertimbun di bawah rentuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khozini, Sidoarjo, karena belum bisa dievakuasi.

Proses evakuasi dengan alat berat mulai dilakukan dalam insiden ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. 

Diduga, ada 59 orang yang berada di bawah reruntuhan bangunan, dan sulit dievakuasi juka tidak menggunakan alat berat.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, berdasarkan data sementara, ada 108 korban yang telah terevakuasi, lima diantaranya meninggal dunia.

"Sekarang yang masih hilang, yang ada datanya, yang ada fotonya itu sementara terdata 59 orang," kata Suharyanto, seperti dilansir detikJatim, Kamis (2/10/2025).

Namun, lanjutnya, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan di mana titik pasti para korban itu berada. 

Basarnas sendiri baru dapat mengidentifikasi 15 titik. Beberapa diantaranya sudah berhasil terevakuasi.

Untuk korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan, meski fase golden time atau 72 jam sejak korban tertimbun belum terlewati.

"Alhamdulillah kemarin kan kita ada 15 titik, delapan itu hitam, tujuh itu merah. Ternyata perkembangannya yang tujuh merah itu berhasil diselamatkan lima. Sehingga yang dua tadinya merah berarti jadi hitam," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian. 

Ada lima crane yang disiagakan. Cara kerjanya dengan mengangkat satu-persatu balok yang ambruk.

Tidak hanya afa  lima crane, pihak BNPB juga telah menyiapkan 30 ambulans, 300 kantong jenazah, serta 30 dump truck untuk mengangkut reruntuhan bangunan ataupun jika ditemukan barang-barang korban. (ard)

Komentar