Kuota Haji Jatim Meningkat 42.409

Antrean Diprediksi Lebih Cepat

Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kemenag Kota Surabaya, di Jalan Pregolan Surabaya

KANALSATU- Kabar gembira bagi calon jemaah haji di Jawa Timur. Kuota haji untuk provinsi ini pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi 42.409. Hal ini, tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Menurut Direktur Layanan Akomodasi, Konsumsi dan Transportasi Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, penambahan kuota ini didasarkan pada telaah mendalam terhadap daftar tunggu haji secara nasional.

"Kementerian Haji dan Umrah sudah melakukan telaah kepada kuota haji Indonesia. Untuk kuota saat ini, kita menetapkan kuota haji berbasis waiting list, maka jemaah haji secara nasional turun, yang semula 35 tahun di Jatim akan rata menjadi 26 tahun," ujarnya saat peresmian Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Surabaya, Selasa (4/11/2025).

Haris menambahkan, percepatan waiting list ini berdampak positif pada kuota jemaah haji di Jawa Timur. "Di Jatim yang semula 35.152 menjadi 42.409, sehingga jumlah kloter juga akan naik menjadi 115 kloter," jelasnya.

Selain penambahan kuota, ada kabar baik lainnya. Biaya haji juga mengalami penurunan rata-rata sebesar Rp 2.000.894. Penurunan ini meliputi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) sebesar Rp 1.237.944 dan penurunan nilai manfaat atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 762.944.

Dengan demikian, BPIH tahun ini menjadi Rp 87.490.365. "Kita telisik dari komponen BPIH mana yang memungkinkan dilakukan efisiensi, dan keputusannya turun menjadi Rp 87.490.365. BPIH. Yang jelas turun semua," kata Haris.

Provinsi lain yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya, seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), juga mendapatkan tambahan kuota haji. Bali mendapatkan 698 kuota, sementara NTT mendapatkan 516 kuota. Total tambahan kuota untuk ketiga provinsi ini mencapai 43.200. "Kita punya target, kita akselerasi tidak terlalu dekat dengan penyelenggaraan haji untuk mitigasi kloter yang ada. Biar lagi tidak terjadi permasalahan sebelumnya," tegas Haris.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji.

"Sampai saat ini, layanan haji dan umrah sementara tetap di kementerian agama. Seluruh wilayah Jatim ada kantor total yang dibangun 31 kantor PLHUT. Nanti tahun 2026 ada 5 plus, berarti tinggal 1 untuk menuntaskan 38 kota/kabupaten di Jatim," jelas Bahtiar.

Kementerian Agama, juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada calon jemaah haji, salah satunya dengan meresmikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menjelaskan bahwa PLHUT menyediakan seluruh layanan terkait haji dan umrah.

"Gedung PLHUT seluruh layanan ada di sini. Pelayanan haji per hari 50 bisa lebih, mereka sudah layani di tempat ini. Kuota haji di Surabaya dapat tambahan 2.500, sekarang 3.000 lebih. Ini akan semakin cepat, antrean akan semakin maju, mudah-mudahan tetap lancar, pelayanan lebih baik lagi," pungkasnya. (ega)  

Komentar