Siswa Jatim di FLS3N Sabet 3 Emas, 1 Perak, 6 Perunggu

Jatim Kirimkan 25 Siswa (SD-SMP)

Tim Siswa FLS3N Jatim, yang berhasil sabet 3 Emas, 1 Perak dan 6 Perunggu

KANALSATU - Siswa Jawa Timur tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang berlomba di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) berhasil meraih tiga medali emas, satu perak dan enam perunggu.

Pada event yang digelar 3-8 November di Jakarta, tiga medali emas berhasil diraih oleh Muhammad Bazarulloh dari SD Negeri Pajaran 2 Kabupaten Malang, Dheima Labibah Shatara SD Negeri Banjaran 4 Kota Kediri dan Aura Azkhadina Rahmadani SMP Negeri 1 Tembelang Kabupaten Jombang.

Muhammad Bazarullah, berhasil meraih emas di Bidang Kriya mengaku senang karena karya berupa Naga Amerta yang terbuat dari limbah seperti bungkus minuman, gelas air mineral, galon maupun bambu bisa meraih juara bagi Kontingen FLS3N Jatim.

"Dulu saya sering mainan dan membuat dari barang bekas dan saya suka dengan Naga Amerta (air) dan syukurlah bisa menang," kata Muhammad Bazarulloh.

Sedangkan Dheima Labibah Shatara, yang berhasil merebut emas Bidang Gambar Ekspresi mengaku senang melukis sejak taman kanak-kanak, bahkan ia juga belajar di sanggar lukis untuk menekuni bakatnya.

"Saya senang karena menggambar itu asyik bisa mengekspresikan apa yang ada pikiranku dan dituangkan dalam bentuk lukisan," katanya.

Lukisan Dheima berjudul 'Menyambut Sang Juara Karapan Sapi' dalam gambar tersebut terlihat ekspresi keceriahan anak-anak saat menyambut sang juara karapan sapi.

Goresan Dheima begitu mendetail dengan dibalut warna cerah, serta gunung berwarna biru muda sebagai latar belakang yang kontras dengan sawah berwana hijau.

Demikian juga dengan gambar dua sapi berwana coklat dan abu-abu ditambah senyum sang joki sapi yang mengenakan baju adat Madura sambil mengangkat piala.

"Saya suka gambar kartun dan animasi karena lucu dan saya akan terus menekuni seni lukis agar bisa jadi ilustrator," kata Dheima siswa kelas 6 SDN Banjaran 4 Kota Kediri itu.

Sedangkan Aura Azkhadina Rahmadani, berhasil mendapat kalungan medali emas di Bidang Menulis Cerita. Dalam lomba tingkat nasional itu ia menulis dengan mengambil tema zaman penjajahan dengan judul 'Batavia Tak Lagi Sama.' 

"Ini cerita mengenai seorang anak pribumi yang sering dibuli oleh anak Belanda, sebab ayah anak pribumi meninggal dunia karena terkena hukuman pedang abadi yang diterapkan oleh Belanda di Batavia," tutur Aura Azkhadina Rahmadani.

Ia juga mengaku, sangat senang menulis karena saat SD pernah mengikuti pelatihan jurnalistik. Ia juga akan terus mengasah kemampuannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. "Saya berminat membuat puisi," pungkasnya. (ega)

Komentar