Hasil Remis, Rektor Unesa Cak Hasan Lawan GM Novendra Priasmoro

Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025

Rektor Unesa Prof Nurhasan lawan Pecatur Nasional GM Novendra Priasmoro, hasilnya Remis

KANALSATU -  Pembukaan Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi dimulai pada Sabtu, 29 November 2025 di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Kampus II Lidah Wetan.

Pada pembukaan, Rektor Unesa Prof Nurhasan, memberikan surprise kepada peserta dengan hasil Remis lawan pecatur nasional  (Grand Master) GM Novendra Priasmoro. Kemudian, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Khairul Munadi melawan GM Susanto Megaranto dengan hasil Remis pula.  

Untuk turnamen yang berlangsung hingga Minggu, 30 November 2025 dan dikemas dengan diskusi publik tentang manfaat catur dari aspek neurosains itu dibuka Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi.

Sekitar 325 peserta dari berbagai daerah hadir beradu strategi di sejumlah kategori, mulai tingkat SMA hingga mahasiswa dan umum. Dirjen Dikti Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyampaikan bahwa catur merupakan bagian dari budaya intelektual yang telah hadir sejak berabad-abad lalu dan melintasi berbagai peradaban.

Ia menyoroti bagaimana berbagai universitas besar dunia menjadikan catur sebagai simbol integritas akademik, kedisiplinan berpikir, dan ketajaman analitis. Karena itu, ia mendorong kampus-kampus di Indonesia untuk ikut mengembangkan ekosistem catur secara ilmiah dan berkelanjutan.

Dirjen Dikti, Khairul Munadi menegaskan bahwa catur merupakan bagian dari tradisi intelektual yang harus terus dihidupkan di kampus.

“Hari ini kita tidak sekadar bertanding, tetapi merayakan budaya intelektual. Dalam permainan catur semuanya transparan. Setiap langkah terlihat jelas, di sinilah nilai kejujuran, integritas, dan sportivitas diuji. Nilai-nilai ini sangat identik dengan integritas akademik,” ujarnya.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp100 juta ini spesial, karena langsung dihadiri dua pecatur kabangaan tanah air, GM Novendra Priasmoro, dan GM Susanto Megaranto.

Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menyampaikan bahwa turnamen nasional pertama yang digelar Unesa ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan catur berbasis sport science.

Lebih lanjut, Cak Hasan menekankan bahwa tahun depan Unesa menargetkan turnamen ini naik kelas menjadi ajang bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan yang lebih besar dan profesional.

Rektor Unesa Cak Hasan menegaskan bahwa kompetisi catur ini merupakan wujud komitmen dan kekompakan dalam memperkuat ekosistem olahraga catur Indonesia.
(ega)


Komentar