BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrim di Jawa Timur

KANALSATU - BMKG Juanda tetap mengingatkan agar masuarakat di Jawa Timur waspada hingga tanggal 9 Desember 2025 nanti, menyususl potensi cuaca ektrim, khususnya untuk 25 kabupaten kota yang dinilai rawan.
Ke 25 wilayah kota kabupaten itu adalah:
- Kab. Bangkalan
- Kab. Banyuwangi
- Kota Batu
- Kab. dan Kota Blitar
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Bondowoso
- Kab. Gresik
- Kab. Jember
- Kab. Jombang
- Kab. dan Kota Kediri
- Kab. Lamongan
- Kab. Lumajang
- Kab. Magetan
- Kab. dan Kota Malang
- Kab. dan Kota Mojokerto
- Kab. Ngawi
- Kab. Pamekasan
- Kab. Pasuruan
- Kota Probolinggo
- Kab. Sampang
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Situbondo
- Kab. Sumenep
- Kota Surabaya
- Kab. Tuban
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda - Sidoarjo, Taufiq Hermawan, sejak tanggal 29 November 2025 lalu pihak telah mengeluarkan peringatan atau himbauan kewaspadaan.
Waspadai dimaksud berkaitan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang – lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 30 November – 09 Desember 2025.
Alasannya, karena saat ini hampir seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan.
Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi ini disebabkan karena adanya fenomena gelombang atmosfer Low, Kelvin dan Rossby yang melintas wilayah Jawa Timur.
Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Karena itu BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem, berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan," jelasnya.
Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan website resmi BMKG. (ard)