Lutfil Hakim: Media yang Gagal Beradaptasi akan Terpinggirkan

KEHILANGAN RELEVANSI: Media yang tidak berubah akan kehilangan relevansi dan audiens, demikian ditegaskan Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, yang akrab disapa Cak Item, di Surabaya, Rabu (31/12/2025).

KANALSATU - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, menegaskan media yang gagal beradaptasi dengan perubahan jaman akan semakin terpinggirkan dalam persaingan industri informasi. 

Alasannya, karena perkembangan teknologi informasi berbasis digital yang melaju secara eksponensial, dinilai tidak lagi memberi ruang bagi perusahaan media untuk bersikap stagnan.

Hal itu disampaikan saat melihat kelanjutan fase penting transformasi industri media dari tahun 2025 ke tahun 2026.

“Transformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Media yang tidak berubah akan kehilangan relevansi dan audiens,” ujar Ketua PWI Jawa Timur yang akrab disapa Cak Item, di Surabaya, Rabu (31/12/2025).

Lebih jauh menurut Lutfil, media konvensional kini berada di persimpangan jalan akibat perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat, disrupsi platform digital, serta pergeseran belanja iklan yang mengguncang fondasi model bisnis lama.

Perusahaan media yang tidak segera melakukan penyesuaian (baik dari sisi teknologi, strategi konten, maupun model bisnis), berisiko kehilangan kepercayaan publik dan pangsa pasar.

Meski begitu, Lutfil menekankan bahwa kualitas jurnalistik dan kredibilitas tetap menjadi aset terbesar industri pers yang tidak dapat digantikan oleh algoritma maupun kecerdasan buatan (AI).

Seperti diketahui, di tengah dominasi platform digital global, kolaborasi ekosistem disebut sebagai strategi krusial untuk memperluas jangkauan audiens. 

Kerja sama antar-media, kolaborasi dengan kreator konten, hingga kemitraan lintas industri menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, perusahaan pers dituntut mengembangkan strategi monetisasi baru. Ketergantungan pada iklan tradisional dinilai tidak lagi berkelanjutan. (ard)

Komentar