Tony Abbott, PM baru Australia ke-28

Pimpin Australia untuk periode 2013-2016

Tony Abbott, PM baru Australia. (Foto Radio ABC Australia)

CANBERRA (WIN): Tony Abbott mengakui kemenangannya sebagai Perdana Menteri Australia baru ke-28, sesaat setelah Kevin Rudd mengakui kekalahannya dalam pemilu. Ia akan menjadi sosok pemimpin Australia selama tiga tahun kedepan.

Laporan Radio ABC Australia yang dikutip Whatindonews.com pada Minggu (8/9/13) bakal mengulas secara khusus profil Tony Abbott.

Sosok PM baru Australia ke-28 itu pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada pemilihan umum yang digelar 1994, setelah setahun sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif untuk Australians for Constitutional Monarchy.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkarir di dunia jurnalistik sebagai penulis kolom di koran 'The Australian' dan 'The Bulettin'. Selama tiga tahun sejak 1990, ia menjadi juru bicara dan penasihat untuk pemimpin oposisi saat itu, Dr John Hewson. Ia memiliki istri bernama Margaret dan tiga anak perempuan.

Di saat pemerintahan PM John Howard pada 1996, Tony terpilih sebagai Sekretaris Parlemen untuk Menteri Tenaga Kerja, Pendidikan, Pelatihan dan Urusan Pemuda. Dalam perannya ini, dia bertanggung jawab untuk membuat program Korps Hijau bagi pemuda.

Setelah pemilu 1998, ia diangkat menjadi Menteri Layanan Ketenagakerjaan, dimana ia bertanggung jawab untuk mengawasi perkembangan jaringan pekerja. Pada Januari 2001, Tony dipromosikan menjadi Kabinet sebagai Menteri Tenaga Kerja, Hubungan Kerja dan Bisnis Kecil. Setelah pemilu 2001, ia diangkat menjadi Menteri Pekerjaan dan Hubungan Tempat Kerja dan membantu Perdana Menteri untuk Pelayanan Publik. Tony juga pernah diangkat menjadi Menteri Kesehatan pada 7 Oktober 2003.

Setelah pemilu 2007, Tony menjadi Menteri Bayangan bagi Keluarga, Pelayanan Masyarakat, Urusan Adat & Sektor Sukarela, diikuti terpilih menjadi Menteri Bayangan bagi Keluarga, Perumahan, Pelayanan Masyarakat dan Menteri Urusan Pribumi. Dia baru terpilih menjadi Pemimpin Oposisi pada Desember 2009.

Tony Abbott telah menulis dua buku soal sistem ketatanegaraan, "The Minimal Monarchy" and "How to Win the Constitutional War". Ia meluncurkan buku ketiganya "Battlelines".

Sebagai Menteri Kesehatan, Tony telah dianggap mengelola secara efektif anggaran departemen saat ia mengawasi perluasan rabat asuransi bagi masyarakat, "Medicare" untuk bisa digunakan juga di layanan kesehatan gigi dan jiwa.

Pada 2003, ketika dihadapkan dengan krisis ganti rugi medis yang mengancam beberapa rumah sakit umum, dokter kandungan, dan ahli bedah saraf, Tony memprakarsai suatu solusi yang membuat dokter untuk tetap bertahan memberikan pelayanan di beberapa rumah sakit umum.

Tony juga sudah dinilai oleh partainya dalam kemampuan menangani masalah-masalah negara yang berkaitan dengan kesehatan dan perawatan pasien. (win7)

Komentar