Obama, berhenti merokok karena takut istri

NEW-YORK (WIN): Presiden Amerika Serikat Barack Obama berhasil menghentikan kebiasaan merokok karena dia takut kepada istrinya, Michelle Obama.

Laporan BBC London yang dikutip Whatindonews.com pada Selasa (24/9/13) menyebutkan bahwa hal itu diungkapkan oleh Obama sebagai sebuah kelakar dalam acara pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Senin (23/9/13).

Presiden AS, yang tampaknya tidak menyadari dirinya direkam kamera, tengah berbincang dengan Maina Kiai, staf khusus PBB tentang hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat.Obama secara pribadi mengatakan kepada Kiai bahwa ia sudah tidak merokok sejak sekitar enam tahun lalu."Itu karena saya takut istri saya," katanya sambil tersenyum.

Lebih jauh Obama menyatakan kepada Kiai yang berasal dari Kenya itu. "Saya harap Anda juga berhenti merokok," kata Obama. "Kadang-kadang," Kiai menjawabnya, seiring mereka saling berjabat tangan dan tersenyum. Baik Obama dan Kiai sama-sama belajar di Harvard University Law School.

Percakapan mereka berdua direkam dengan mikrofon yang menyala, dan kemudian disiarkan oleh stasiun televisi CNN. Obama sebelumnya memang diketahui berjuang untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Pada 2011, Michelle Obama mengatakan suaminya akhirnya menghentikan kebiasaan itu.

Dalam sebuah penelitian, perokok yang berhasil menghentikan kebiasaannya Klik cenderung merasa lebih tenang meski ada kepercayaan bahwa merokok dapat meredakan stress. Riset itu dilakukan British Journal of Psychiatry atas sekitar 500 perokok di klinik berhenti merokok di Inggris.

Selain karena dorongan istrinya, Barack Obama ternyata juga sering dianjurkan oleh dokter pribadinya untuk terus berupaya berhenti merokok
sembari mengurangi kolesterol. Kepala tim dokter
kepresidenan AS, Jeffrey Kuhlman berhasil mendokumentasikan hasil
pemeriksaan terhadap Obama dalam suatu laporan tertulis yang dikirim kepada juru
bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, tertanggal 28 Februari 2010.

Dalam laporannya, Kuhlman mengungkapkan bahwa
secara umum kondisi pemimpin berusia 48 tahun (saat itu)  dalam keadaan sehat
dan bisa menjalankan tugas-tugasnya seperti biasa. Tapi di bagian rekomendasi, tim dokter meminta Obama untuk terus berupaya berhenti merokok. Namun tim dokter terus melakukan terapi pengganti nikotin terhadap sang presiden, karena diakui tidak
mudah bagi smoker berhenti merokok tanpa proses.

Obama sendiri pernah mengaku bisa 95% menghentikan kebiasaan buruk merokoknya itu, sebab terkadang masih menghisap
rokok untuk w aktu-waktu tertentu.(win7)

Komentar