Konsumsi Nasi Tetap Tinggi, Ini Solusi Kurangi Karbohidrat Tanpa Ubah Pola Makan
Tren Hidup Sehat Meningkat

KANALSATU – Konsumsi beras di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, meski kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat terus menguat. Kondisi ini menciptakan dilema, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi asupan karbohidrat namun tetap menjadikan nasi sebagai makanan pokok.
Data menunjukkan konsumsi beras nasional telah menembus lebih dari 36 juta ton pada 2024. Di sisi lain, tren gaya hidup sehat mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengatur asupan gula dan kalori harian.
Menjawab kebutuhan tersebut, Polytron memperkenalkan perangkat memasak nasi dengan teknologi pengurangan karbohidrat. Produk ini dirancang untuk memungkinkan masyarakat tetap mengonsumsi nasi dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.
Product Specialist Small Home Appliances Polytron, Felita Septian Giovani, menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan bekerja melalui proses pemasakan bertahap.
“Beras dimasak di wadah khusus, lalu saat air mendidih, sebagian pati akan terpisah bersama air. Proses ini membantu menurunkan kandungan karbohidrat tanpa mengubah tekstur dan rasa nasi secara signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan pengujian laboratorium dalam kondisi tertentu, kandungan kalori nasi disebut dapat berkurang dari sekitar 150 kKal menjadi sekitar 110 kKal per 100 gram. Temuan ini dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menjaga asupan kalori tanpa mengurangi konsumsi nasi secara ekstrem.
Selain aspek kesehatan, perangkat ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan dapur modern. Fitur pengaturan digital memungkinkan pengguna memasak berbagai jenis hidangan seperti nasi putih, nasi merah, bubur, hingga menu kukus dalam satu alat.
Teknologi pemanasan juga diklaim mampu menjaga nasi tetap hangat dan tidak cepat basi hingga 48 jam, sehingga dapat membantu mengurangi potensi pemborosan makanan di rumah.
Dari sisi material, perangkat ini menggunakan bahan stainless steel food grade serta lapisan anti lengket untuk memudahkan penggunaan dan pembersihan. Kapasitas 1,5 liter dinilai cukup untuk kebutuhan rumah tangga, dengan konsumsi daya listrik yang relatif efisien.
Inovasi ini mencerminkan upaya produsen dalam merespons perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan tanpa meninggalkan kebiasaan konsumsi pangan utama seperti nasi.
(KS-5)