Wastra Magetan Tampil Memukau di Misi Dagang Jatim–Kalteng

Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional


KANALSATU – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan pertunjukan seni “Wastra Magetan” dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Tengah di Palangkaraya. Penampilan budaya ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana promosi produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal.

Pagelaran tersebut didukung oleh PT BPR Jatim (Perseroda) Bank UMKM Jatim, bekerja sama dengan talenta Raka-Raki Jawa Timur serta para seniman batik dan tari dari Magetan. Kolaborasi ini menampilkan perpaduan seni tari dan fesyen batik tulis yang mencerminkan kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi daerah.

Melalui gerakan dinamis Tari Jalak Lawu dan peragaan busana batik khas Magetan, Pemprov Jatim ingin menegaskan bahwa produk lokal tidak hanya memiliki nilai artistik tinggi, tetapi juga daya saing ekonomi.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menyatakan dukungan pihaknya merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas produk UMKM binaan agar semakin dikenal luas.

“Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga panggung promosi bagi produk nasabah kami agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Art Director pertunjukan, Embran Nawawi, menjelaskan bahwa konsep pagelaran mengangkat filosofi “Ambeganing Lawu, Jiwaning Magetan, Raghaning Jawi Wetan” yang menggambarkan kekayaan budaya Jawa Timur sebagai modal penting dalam persaingan global.

Pertunjukan ini menampilkan koleksi busana karya desainer asal Magetan, Ulfa Mumtaza, dengan motif khas seperti pring sedapur. Selain itu, beragam batik unggulan seperti Sidomukti, Ranyoto, dan Sembogem turut dihadirkan dalam balutan koreografi tari.

Dalam kegiatan tersebut, Bank UMKM Jatim juga memfasilitasi tiga pelaku UMKM unggulan dari Magetan. Di antaranya Batik Mukti Sejahtera yang memproduksi kain batik, Puri Pangan Lestari dengan produk keripik olahan buah, serta Dapur Wahyu yang memproduksi kerupuk rambak dengan kapasitas hingga 200 kilogram per bulan.

Selama pameran berlangsung, produk olahan Puri Pangan Lestari bahkan mencatatkan penjualan hingga Rp1,5 juta, menunjukkan potensi pasar yang terbuka bagi UMKM daerah.

Irwan menambahkan, keikutsertaan berbagai sektor UMKM ini bertujuan menampilkan keragaman kekuatan ekonomi Jawa Timur, khususnya dari Magetan.

“Melalui dukungan pembiayaan dan akses pemasaran, kami ingin UMKM tidak hanya kuat di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar luar provinsi,” tegasnya.

Partisipasi dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kalteng ini sekaligus menegaskan peran Bank UMKM Jatim sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong penguatan UMKM dan pelestarian budaya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (Ks-5)
Komentar