Hardiknas, Bank Mandiri Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar Lewat SimPel


KANALSATU – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Bank Mandiri untuk menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan literasi di kalangan pelajar. Tidak sekadar sebagai lembaga keuangan, Bank Mandiri mengambil peran sebagai penggerak pembentukan generasi masa depan yang lebih siap secara finansial.

Melalui produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), Bank Mandiri menghadirkan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya membuka akses layanan keuangan, tetapi juga membangun kebiasaan menabung sejak dini. Rekening pertama bagi pelajar diposisikan sebagai langkah awal membentuk karakter dan kesadaran finansial jangka panjang.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan sinergi membangun negeri. Menurutnya, SimPel tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan program literasi keuangan aplikatif, kolaborasi dengan sekolah di berbagai daerah, serta pendekatan berbasis riset agar setiap program tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Literasi dan inklusi keuangan sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan kompetitif. Melalui SimPel, kami tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menanamkan pola pikir finansial yang berkelanjutan,” ujar Adhika.

Kinerja program ini menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, jumlah rekening SimPel Bank Mandiri mencapai 928 ribu atau tumbuh 19,6 persen secara tahunan. Rata-rata pertumbuhan sepanjang 2021–2025 tercatat sekitar 117 ribu rekening per tahun.

Memasuki 2026, pertumbuhan tersebut terus berlanjut. Per Maret 2026, jumlah rekening telah mencapai 966 ribu atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode sebelumnya. Total saldo tercatat sebesar Rp354 miliar dengan rata-rata saldo Rp366 ribu per rekening, mencerminkan meningkatnya kesadaran menabung di kalangan pelajar.

Program ini menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA, dengan dominasi nasabah dari tingkat SMA sebesar 64 persen. Secara wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar, menandakan luasnya penetrasi program di daerah.

Selain memperluas akses keuangan, Bank Mandiri juga aktif menggelar program literasi. Sepanjang 2025, edukasi keuangan telah menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa di Universitas Musamus Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo.

Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” diperluas hingga menyasar hampir 10 ribu peserta lintas jenjang pendidikan, dengan peningkatan pemahaman mencapai 47 persen.

Tak hanya itu, kontribusi terhadap sektor pendidikan juga diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur sekolah. Sebanyak 27 sekolah di berbagai wilayah telah direnovasi, mencakup perbaikan fasilitas dasar hingga penyediaan sarana belajar. Bank Mandiri juga menghadirkan Pojok Baca di sekolah-sekolah tersebut untuk mendorong budaya literasi.

Di bidang dukungan langsung kepada pelajar, Bank Mandiri menyalurkan 267 beasiswa bagi mahasiswa serta mendistribusikan lebih dari 26 ribu paket perlengkapan sekolah sepanjang Desember 2025 hingga Maret 2026. Bantuan tersebut termasuk untuk wilayah terdampak bencana serta program Ramadan 2026.

Dalam rangka Hardiknas 2026, Bank Mandiri kembali menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.

Bank Mandiri menilai bahwa percepatan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan membuka akses, tetapi harus diiringi dengan peningkatan literasi dan pembentukan pola pikir. Seluruh program yang dijalankan dirancang sebagai ekosistem berkelanjutan yang menggabungkan produk, edukasi, dan kolaborasi.

“Bagi Bank Mandiri, setiap rekening pertama adalah awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tutup Adhika. (KS-5)
Komentar