Bank Jatim Cetak Laba Rp1,54 T di 2025, Tumbuh 20,65%

Direktur Utama Winardi Legowo (tengah) seusai Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, Senin (30/3/2026) di Jakarta.

KANALSATU – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan solid di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat. Bank daerah ini berhasil mencatat pertumbuhan laba, kredit, hingga penguatan bisnis digital.

Direktur Utama Winardi Legowo menyebut strategi selektif dan efisiensi menjadi kunci menjaga performa sepanjang tahun lalu. Sepanjang 2025, Bank Jatim membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau tumbuh 20,65% secara tahunan (YoY).

"Sementara total aset mencapai Rp105,8 triliun, naik 3,70 persen YoY," tutur Winardi saat Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, Senin (30/3/2026) di Jakarta. 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 4,98% menjadi Rp67,24 triliun. Komposisinya didominasi kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun (naik 6,20%), serta kredit produktif Rp30,7 triliun (naik 3,55%).

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan, terutama dari giro yang melonjak 12,5% menjadi Rp21,4 triliun. Jumlah nasabah juga meningkat 5,64% menjadi lebih dari 10,9 juta rekening.

Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim mencatat lonjakan signifikan. Total aset meningkat 42,93% menjadi Rp168,85 triliun, sementara kredit tumbuh 46,65% menjadi Rp110,5 triliun.

Adapun laba bersih konsolidasi mencapai Rp1,617 triliun atau naik 24,80% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat serta efektivitas strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama kinerja. Aplikasi JConnect Mobile mencatat hampir 1 juta pengguna atau tumbuh 22,40% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp65,77 triliun (naik 29,55%).

Selain itu, layanan QRIS Bank Jatim mencatat pertumbuhan transaksi 47,25% dengan nilai Rp3,94 triliun. Kanal digital lainnya seperti internet banking korporasi juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Jaga Kualitas Aset dan Ekspansi Grup

Untuk menjaga kualitas kredit, perseroan melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp4,17 triliun serta hapus buku Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6%. Upaya ini diiringi monitoring ketat terhadap kredit bermasalah.

Di sisi ekspansi, Bank Jatim resmi menjadi induk bagi lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Langkah ini memperkuat sinergi permodalan dan bisnis grup.
Optimistis 2026

"Ke depan, Bank Jatim akan fokus memperkuat sinergi antar entitas, memperluas ekosistem bisnis, serta meningkatkan digitalisasi untuk mendongkrak market share," ujar Winardi. Dengan strategi tersebut, manajemen optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi sebagai BPD terdepan di Indonesia. (KS-5)

Komentar