KarSa & tugas memajukan Jatim hingga 2019

Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa)

SURABAYA (WIN): Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) tampil kembali sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jatim 2013, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan BerKah terkait hasil Pilgub Jatim. Kedepan KarSa siap mengemban tugas  enjadikan Jawa Timur menjadi provinsi yang lebih maju lagi, terutama perekonomian Jatim yang berbasis kerakyatan.

Mengapa masyarakat Jatim lebih memilih duet incumbent Soekarwo-Gus Ipul? Banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan KarSa memimpin kembali Jatim. Bukan karena hebatnya mesin politik yang di dengung-dengungkan selama ini, namun karena pamor dari KarSa sendiri yang selama ini sudah nyetel dengan semua program yang pernah dilakukannya saat periode pertama memimpin Jatim.

KarSa lebih dipercaya ketimbang tiga pasangan lainnya yang belum jelas program dan sasarannya kepada masyarakat kecil. Sementara KarSa yang diklaim sebagai salah satu pemimpin yang membela rakyat kecil tinggal meneruskan programnya, kedepan untuk menjadikan masyarakat Jatim lebih baik lagi terutama dari sisi perekonomian. Duet Soekarwo-Gus Ipul masih lebih baik ketimbang tiga pasangan lainnya dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Dan semua program yang menjadi andalan KarSa sudah bisa dinikmati oleh masyarakat kecil, perekonomian berbasis kerakyatan dengan menitik beratkan peningkatan ekonomi masyarakat kecil sudah terlihat jelas arah dan tujuannya. Semisal contoh adalah program penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) di Jatim, meskipun sampai dengan semester I 2013 terbilang masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan daerah lain di tanah air.

Namun pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha untuk merangsang para UMKM agar menggunakan KUR sebagai salah satu jembatan meningkatakan perekonomian masyarakat kecil. Jatim sendiri sampai dengan semester I hanya sebesar Rp3,8 triliun atau setara dengan 15% dari target pencapaian yang harus bisa mencapai 50-70% selama semester I.

Untuk itu Pemprov Jatim terus berusaha mendorong sebanyak 6,8 juta UMKM di seluruh Jatim untuk giat mengirim data para pelaku UMKM kepada bank-bank yang sudah ditunjuk untuk menyalurkan program KUR ini.

KarSa juga pernah berujar bahwa setelah dipercaya untuk memimpin Jatim kembali, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Jatim. Dan tentunya akan mengadopsi beberapa program dari tiga kandidat calon Gubernur Jatim pasangan Jempol, BerKah dan Egi-Sihad. Semua itu akan dilakukan untuk membangun provinsi Jatim lima tahun  ke depan.

“Semua program yang dicanangkan oleh calon Gubernur sangat bagus. Dan bersama dengan Gus Ipul, saya akan mengadopsi program tersebut demi memajukan masyarakat Jatim yang lebih baik lagi,” jelas Karwo saat dikonfirmasi awak media.

Karwo juga mencotohkan seperti halnya program dari Eggi-Sihat yaitu menciptakan birokrasi pemerintahan dan sosial masyarakat Jatim berbasis ketakwaan.  "Nanti, kami akan bersama sejumlah ulama dan kiai di Jatim membentuk manusia yang berakhlaq. Sebab, tidak cukup seseorang memiliki pikiran cerdas tapi tidak bermoral. Terima kasih kami sampaikan kepada Eggi dan Sihat," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Lalu untuk program dari pasangan Bambang DH-Said Abdullah (Jempol), Karwo mengaku tertarik dengan penyaluran anggaran ke desa untuk mengurangi disparitas antar wilayah. Dan dari pasangan khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, KarSa berencana mengadopsi program memperbanyak sambungan listrik masuk desa.

namun demikian yang kini menajdi prioritasnya adalah menuntaskan permasalahan Lapindo yang sudah lama sekali belum ada keputusannya, terutama untuk ganti rugi masyarakat yang menjadi korban luapan lumpur Lapindo. "Kami sangat serius dan segera menyelesaikan persoalan Lapindo. Dalam waktu dekat ini, saya berjanji berusaha untuk menanganinya dan tidak menyisakan semua permasalahan," katanya.

Diketahui, dari hasil rekapitulasi suara KPU Jatim, Sabtu (7/9/13), pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) ditetapkan sebagai pemenangan sekaligus Gubernur-Wagub terpilih.  Pada pemungutan suara 29, Agustus lalu, pasangan incumbent mampu meraih dukungan suara 8.195.816 atau 47,25%. Hasil itu diperoleh dari  keunggulan di 27 kabupaten/kota.

KarSa berhasil mengkandaskan perlawanan pesaing terkuatnya, Khofifah-Herman (BerKaH) dengan selisih sekitar dua juta suara (10%) yakni 6.525.015 suara atau 37,62%. Kemudian pasangan Bambang-Said di urutan ketiga dengan perolehan dukungan 2.200.069 suara atau 12,69%. Terakhir pasangan Eggi-Sihat 422.932 suara atau 2,44%.(win12)

Komentar