Karen urutan ke-6 Most Powerful Women

Dirut PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Agustiawan

JAKARTA (WIN): Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menempati urutan keenam wanita berpengaruh dunia dalam peringkat "Most Powerful Women: The International Power 50" yang dirilis majalah Fortune.

Galaila Karen Agustiawan atau yang lebih akrab disapa Karen ini merupakan wanita jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sukses menjadi wanita pertama yang mengibarkan benderanya dalam bidang industri di Indonesia.

Sejak lulus ITB Teknik Fisika pada tahun 1983, Karen menapaki karirnya disebuah industri sektor energi, khususnya bidang perminyakan, tepatnya sebagai karyawan Mobil Oil Indonesia hingga 1996 saat perusahaannya di akuisisi oleh Exxon Mobil.

Berkat kerja kerasnya yang tak mengenal kata lelah, bakat kepemimpinnya di bi bidang migas menarik perhatian Dirut Pertamina yang saat itu dijabat  H. Soemarno untuk diangkat menjadi staf ahlinya pada tahun 2006.

Karirnya terus berlanjut pada 2008, Pemerintah Indonesia akhirnya menunjuk Karen sebagai Direktur Hulu, menggantikan Sukusen Soemarinda. Belum genap setahun menjabat sebagai Dirut Hulu, Karen menjadi satu-satunya wanita pertama di Indonesia yang menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PT Pertamina.

Berbagai pembaharuan dilakukan istri Heman Agustiawan ini bagi perusahaan minyak nasional Indonesia tersebut. Mulai dari peningkatan lifting minyak mentah, Karen bercita-cita membawa Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia pada 2025 nanti melalui program Energizing Asia.

Satu dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi majalah Forbes ini kabarnya juga merintis upaya kerja sama dengan PT PLN untuk pemakaian bio-etanol sebagai pengganti solar. Karen menegaskan visi pertamina yang baru adalah menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia.

Sedangkan untuk misi perusahaan adalah Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat Visi Dirut Pertamina ini juga merambah bidang pendidikan melalui cita-citanya bekerja sama dengan Institut Européen d’Administration des Affaires (INSEAD) untuk membangun universitas geotermal di Indonesia.

Berkomentar seputar lingkungan kerja yang didominasi kaum adam, Karen Agustiawan mengingatkan kaumnya sendiri untuk memiliki penghasilan tersebab pentingnya kemerdekaan finansial bagi perempuan. Pada 6 Maret 2013, Karen secara resmi menerima surat keputusan perpanjangan masa jabatan sebagai Dirut PT Pertamina (Persero) yang dimulai sejak 5 Maret 2013 sampai dengan diangkatnya dirut definitif.

Juru Bicara Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Jumat, mengatakan, posisi Karen itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 yang menempati urutan ke-19 untuk kategori yang sama yaitu sebagai salah satu wanita berpengaruh di dunia.

Duduk di peringkat pertama sebagai wanita yang mengubah wajah kekuasaan dunia berdasarkan majalah bergengsi yang terbit 28 Oktober 2013 adalah CEO Petrobras Maria das Gracas Foster dari Brasil, disusul Chairman dan Managing Director Sabanci Holding dari Turki.

Selanjutnya, di peringkat ketiga adalah Managing Director and CEO Westpac Gail Kelly dari Australia, Managing Director dan CEO ICICI Bank Chanda Kochhar dari India, dan kelima adalah Annika Falkengren dari Swedia yang menjabat Presiden dan CEO SEB.

Fortune menilai Karen berhasil mengelola Pertamina dengan pendapatan US$70 miliar dengan laba bersih 2,7 miliar dolar pada 2012. Laba bersih itu naik 15% dari tahun sebelumnya dan menjadi tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Karen juga dinilai berhasil membawa Pertamina menduduki peringkat 122 Fortune Global 500. Ali menambahkan, Karen membawa Pertamina melakukan langkah terobosan seperti perubahan visi menjadi World Class National Energy Company dan pembentukan direktorat gas.

Di samping pula, lebih agresif meningkatkan kinerja perusahaan melalui rencana pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang, pemasaran ekspor pelumas ke 24 negara, dan menjaga pertumbuhan produksi minyak rata-rata 6,6% per tahun dalam lima tahun terakhir.(win12)

Komentar