Separo tenaga ahli nuklir Indonesia masuk masa pensiun

Reaktor nuklir milik Batan.

JAKARTA (WIN): Indonesia bakal kehilangan hampir separo tenaga ahli nuklir yang bertugas di Kementrian Riset dan Teknologi karena mereka hampir memasuki masa pensiun. Karena itu, Kemenristek kini memberikan beasiswa pendidikan bagi tenaga ahli nuklir untuk mengantisipasi kekosongan tenaga ahli tersebut.

“Banyaknya tenaga ahli nuklir yang masuk masa pensiun. Situasi itu tentu saja akan banyak berpengaruh pada program pengembangan teknologi dan energi nuklir Indonesia,” ungkap Kepala Pusat Reaktor Serbaguna GA Siwabessy Serpong Alim Tarigan di Jakarta, Kamis (14/11/13).

Menurut dia saat menerima kunjungan rombongan Pemprov Kalsel dan wartawan Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) kini memiliki 3.000 pegawai, ratusan orang diantaranya berstatus tenaga ahli. Kemenristek memberikan beasiswa kepada ratusan putra Indonesia untuk bejalar berbagai hal tentang nuklir.

Dia mengakui, kemampuan para tenaga ahli tersebut belum berfungsi maksimal, karena masih banyaknya kendala program pengembangan energi nuklir di Indonesia. “Terhambatnya program pengembangan energi nuklir di Indonesia membuat para tenaga ahli yang ada tidak bisa dimanfaatkan keahliannya secara maksimal.”

Pengembangan nuklir nasional, kata dia, belum mendapatkan dukungan dari masyarakat dan perusahaan, karena ada kekuatiran tentang dampak teknologi. Situasi itu akibat kurangnya sosialisasi tentang manfaat nuklir bagi perkembangan teknologi.

Padahal, tutur Alim Tarigan, Indonesia sudah sangat siap mengembangkan nuklir menjadi energi guna mengantisipasi ancaman krisis energi. Selain itu, Indonesia juga sudah cukup berpengalaman dalam pengelolaan energi nuklir. Itu dibuktikan dengan berdirinya reaktor serbaguna di sejumlah daerah seperti Serpong, Bandung dan Yogyakarta sejak 26 tahun lalu.

Sejauh ini keberadaan reaktor serbaguna tersebut untuk kepentingan penelitian, produksi, industri, kesehatan dan pertanian

Staf Khusus Menristek Gusti Nurpansyah membenarkan, kementriannya telah memberikan beasiswa kepada 130 orang dari berbagai daerah untuk menjadi tenaga ahli nuklir.

“Program beasiswa ini merupakan langkah kesiapan Indonesia untuk mencukupi kebutuhan tenaga ahli nuklir di masa datang,” katanya.(win10)

Komentar