Tony Abbott, mantan jurnalis yang keras kepala

(WIN): Setelah pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Australia, parlemen setempat terus mendesak PM Tony Abbott untuk segera meminta maaf atas isu penyadapan yang dilakukan intelejen negara Kanguru itu terhadap komunikasi Presiden SBY dan sejumlah tokoh lain.
Bukan hanya parlemen, tapi banyak elemen masyarakat Australia yang mendorong agar pemerintahan Abbott segera meminta maaf kepada Jakarta, khawatir akan merusak hubungan kedua negara yang sudah dibangun puluhan tahun. Isu penyadapan dikhawatirkan akan berdampak pada kerjasama ekonomi, juga yang terkait dengan persoalan banjirnya pencari suaka ke negeri itu dimana Indonesia (selama ini) bisa menjadi pintu pengaman pertama.
Namun, Abbott bersikeras menolak untuk meminta maaf. PM Abbott secara tegas mengungkapkan penolakannya untuk meminta maaf kepada pemerintah Indonesia terkait skandal penyadapan. Meski Abbott tetap menyatakan respek yang sangat besar terhadap pemerintah dan bangsa Indonesia, dan menyebutnya Presiden SBY sebagai salah satu teman terbaik Australia di dunia.
Tony Abbott selama ini memang dikenal sebagai tokoh yang keras kepala dan itu sudah kelihatan sejak dia berkarir di dunia jurnalistik sebagai penulis kolom di koran 'The Australian' dan 'The Bulettin'. Ini adalah kali pertama PM Australia dihujat secara keras oleh masyarakat Indonesia terkait sikapnya yang tidak mau meminta maaf atas skandal penyadapan. Tapi tetap tegas menolak meminta maaf.
Tony Abbott, nama lengkapnya menurut wikipedia adalah Anthony John "Tony" Abbott. Meski dikenal sebagai orang penting Australia, tapi Abbott terlahir di kota London, Inggris, 4 November 1957 (56 tahun). Abbott adalah seorang politikus dari Partai Liberal Australia yang terpilih sebagai Perdana Menteri terpilih Australia pada 7 September 2013, mengalahkan perdana menteri sebelumnya, Kevin Rudd.
Abbott telah menjadi anggota parlemen untuk Warringah sejak tahun 1994. Sebelum memasuki Parlemen, Abbott mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum di Universitas Sydney, dan melanjutkan dengan beasiswa-nya di Universitas Oxford, Inggris.
Abbott sukses meraih gelar master untuk studi politik dan filsafat. Sebelum masuk ke dunia politik pada 1990, ia pernah menjadi seminaris Katolik Roma, lalu berkarier sebagai wartawan. Dia piawai menulis features untuk The Bulletin dan The Australian.
Tony Abbott pertama ditunjuk masuk dalam kabinet pada tahun 1998 di bawah pemerintahan John Howard, sebagai Menteri Pekerjaan, Hubungan Kerja dan Bisnis Kecil. Pada tahun 2003, ia menjadi Menteri Kesehatan dan Usia Tua, hingga kekalahan Pemerintah John Howard di pemilu 2007.
Setelah mengalahkan Malcolm Turnbull sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia dan menjadi Pemimpin Oposisi, Abbott memimpin partainya melalui pemilu 2010. Pada pemilu 7 September 2013, partainya menyingkirkan Kevin Rudd dan Partai Buruh-nya, dengan skor 88 versus 57 kursi di parlemen.
Sosok PM baru Australia ke-28 itu dikenal gemar menulis. Tony Abbott telah menulis dua buku soal sistem ketatanegaraan, "The Minimal Monarchy" and "How to Win the Constitutional War". Ia meluncurkan buku ketiganya bertajuk "Battlelines".(win5)