Ariel Sharon, pengembang zionisme

Mantan PM Israel Ariel Sharon

TEL AVIV (WIN): Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah menjadi pahlawan militer Israel jauh sebelum menjadi perdana menteri pada 2001, dan stroke yang membuatnya lumpuh itu terjadi pada puncak kekuasaannya. Ia digantikan sebagai perdana menteri oleh Ehud Olmert.

Laporan Voice Of America yang dikutip pada Minggu (12/1/14) menyebutkan mantan PM Israel itu telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (11/1/14) pada usia 85 tahun di sebuah rumah sakit, dekat Tel Aviv.

Lebih dalam Sharon mungkin paling diingat sebagai pemimpin alot yang tidak tanggung-tanggung bertindak untuk membela warga Israel. Dia mengawasi  penarikan Israel dari Jalur Gaza pada 2005.

Bahkan sebelum menjadi Perdana Menteri, dia menjabat di bawah beberapa pemimpin Israel. Dia mendukung pembangunan permukiman Yahudi di seluruh wilayah Palestina.

Seperti diberitakan Sharon adalah salah seorang tokoh paling berpengaruh dan kontroversial di Israel, baik sebagai komandan militer maupun pemimpin politik. Sebagai komandan militer, ia menuai kecaman internasional karena melancarkan serangan pembalasan terhadap kota Qibya di Yordania pada 1953.

Lebih lanjut serangan itu menyebabkan 69 orang tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Israel melancarkan serangan itu setelah seorang perempuan dan dua anaknya dibunuh di kota Yehud. Sebagai menteri pertahanan pada 1982, ia memimpin invasi Lebanon, menyusul serangkaian serangan oleh kelompok bersenjata Palestina yang berbasis di negara itu.

Dalam invasi itu, anggota milisi Kristen Lebanon bersekutu dengan Israel, membunuh ratusan orang di kamp pengungsi Palestina di Beirut. Penyidikan pemerintah atas insiden itu menyebabkan pengunduran diri Sharon. Sebagai politisi, Sharon mengisi sebagian besar hidupnya dengan memperjuangkan Zionisme pengembangan wilayah.

Tetapi, pada 2005, ia mengejutkan dunia dan beberapa sekutu ketika memutuskan menarik semua pasukan Israel dan pemukim dari Jalur Gaza. Ia kemudian keluar dari Partai Likud dan membentuk gerakan Kadima yang berhaluan tengah, yang mengupayakan penarikan lebih lanjut dari beberapa wilayah untuk mendirikan negara Palestina yang terpisah.

Perunding dunia, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry, sedang berusaha membuat Israel dan Palestina menyetujui kesepakatan kerangka-kerja perdamaian yang mengarah ke solusi dua negara. (win7)

Komentar