Fahri Hamzah, cuekin somasi Presiden SBY

WIN: Fahri Hamzah, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyindir keras soal somasi yang dilayangkan oleh Tim Advokat dan Konsultan Hukum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga.
Saat dihubungi melalui seluler oleh sebuah stasiun TV terkait somasi tersebut, Fahri menyatakan: “Saya titip pesan buat Presiden SBY, ngapain mahal-mahal bayar pengacara. Mending pasang spanduk saja yang banyak,” kata Fahri.
Fahri menganggap somasi yang ditujukan kepada dirinya oleh Tim Advokat dan Konsultan Hukum SBY & Keluarga, sebagai tindakan yang nisbi. Karena statemen-nya yang meminta KPK untuk segera memeriksa Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait proyek Hambalang, semata-mata hanya melaksanakan tugas sebagai Anggota DPR RI.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, sudah ada yang menyebutkan keterkaitan skandal proyek Hambalang dengan peran Ibas, dan itu sudah dimuat di media massa. Terkait dengan itu, saya sebagai Anggota DPR RI apa salah meminta KPK juga memeriksa Ibas,” tanya Fahri.
Permintaan kepada KPK segera memeriksa Ibas itulah yang mendorong Presiden SBY (dan Keluarga) melalui Tim Advokat dan Konsultan Hukum - men-somasi Fahri Hamzah, karena pernyataan itu dinilai sebagai fitnah.
“Saksi Yulianis dalam persidangan terdakwa Nazaruddin mengatakan tidak pernah memberikan uang kepada Ibas. Kami menanti klarifikasi dari Fahri atas tudingan ini hingga 27 Januari pekan depan," kata Ketua Tim Advokat dan Konsultan Hukum SBY dan Keluarga Palmer Situmorang dalam jumpa pers di Jakarta Kamis (23/1/14).
Fahri menilai langkah somasi itu sebagai tindakan hukum yang nisbi. Karena pihaknya meyakini apa yang disampaikan kepada KPK adalah tanggung-jawabnya sebagai Anggota DPR RI, dan sebagai warga mesyarakat negara hukum. “Daripada mahal-mahal bayar pengacara, lebih baik pasang spanduk saja yang banyak,” sindir Fahri.
Itulah sikap Fahri Hamzah. Tokoh muda ini muncul ke permukaan saat hiruk-pikuk kasus Bank Century. Fahri sejak muda sudah dikenal vokal, kritis, dan cenderung bernada keras setiap kesempatan diskusi atau dialog. Politisi muda dari Fraksi PKS ini selalu nampak menguasai materi di setiap kesempatan dialog, wawancara, nara sumber seminar atau forum penting lainnya. Bahasanya lugas, berstruktur, argumentatif, dan tentu saja berbobot.
Fahri semakin sering menjadi sorotan media khususnya dalam kaitan dugaan kasus korupsi impor daging sapi yang melibatkan petinggi partainya (PKS). Agresivitas langkah KPK terhadap sejumlah kader PKS terkait skandal importasi daging sapi, membuat Fahri balik “menyerang” KPK. Bahkan tak jarang suara nyaringnya menantang KPK untuk berdebat secara terbuka.
Aktivis Tulen
Nama Fahri Hamzah sebenarnya mulai dikenal publik sejak reformasi bergulir awal 1998. Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 Nopember 1971 ini adalah deklarator dan ketua umum pertama organisasi gerakan mahasiswa paling besar saat itu,Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Fahri, begitu dia biasa dipanggil, adalah satu dari sedikit aktivis pemimpin organisasi atau gerakan mahasiswa yang sering disorot media massa karena berbagai diskusi, rapat dan demonstrasi mahasiswa yang digagasnya guna menurunkan rezim yang berkuasa selalu menjadi perhatian. Ia juga seringkali bekerjasama dalam berbagai kesempatan dengan “bapak reformasi”, Amin Rais, untuk menggalang aksi-aksi besar di berbagai kota di Indonesia.
Sebagai intelektual muda, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan sejak menjadi mahasiswa. Selain pernah bekerja sebagai salah satu pimpinan di Jurusan Ekonomi Ekstensi UI, ia juga pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat dan berbagai kegiatan lainnya. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Fahri Hamzah juga banyak mengikuti berbagai forum pertemuan di dalam dan luar negeri.
Segala pengalaman dan keahliannya didedikasikan bagi lembaga legislatif di tingkat pusat sejak tahun 2004. Lewat PKS, Fahri Hamzah terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili daerah kelahirannya, NTB. Fahri Hamzah bergabung dalam Fraksi PKS dan bertugas di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN. Inilah yang mengantarkannya memahami banyak masalah di sektor riil umumnya dan masalah seputar BUMN khususnya.
Sejak masa sidang 5 Nopember 2007, Fahri Hamzah berpindah ke Komisi III yang membawahi masalah hukum dan HAM. Ketertarikannya bergabung ke Komisi III didorong oleh keprihatinannya terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia. Selain itu, keinginannya bergabung didorong pula oleh kegelisahannya menyaksikan intervensi negara yang terlalu jauh terhadap civil society. Menurutnya, dalam jangka panjang situasi ini akan memperlemah posisi negara, karena lemahnya masyarakat. Perhatiannya yang besar di dunia hukum, membuahkan kepercayaan FPKS menempatkannya sebagai Wakil Ketua Komisi III, yang membidangi Legislasi sejak tahun 2009 lalu.
Selain aktif sebagai anggota Dewan, Ia juga senang menulis dalam berbagai artikel. Hingga kini telah terbit satu karyanya dengan judul "Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat” yang diterbitkan melalui Yayasan Faham Indonesia (YFI).YFI merupakan kelanjutan dari Yayasan Pengembangan Sumber Daya Pemuda (CYFIS) yang didirikan saat hari Sumpah Pemuda, setelah aksi-aksi mahasiswa 1998 mereda.(win5)