Sambari Halim, perkuat infrastruktur Gresik

FIGUR

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto

WIN: Moncernya kinerja perekonomian Kabupaten Gresik selama ini bukan hanya karena posisinya sebagai buffer zone (penyangga) dari Kota Surabaya yang nota-bene basis-central investasi di Jatim, tapi juga ada aspek kemampuan Bupati dan Pemda dalam melakukan driving program, dan alokasi APBD secara tepat untuk penguatan fundamen makro ekonomi lokal.

Pergerakan ekonomi di atas fundamen yang kuat ini telah membawa Kabupaten Gresik mencatat economic growth rata-rata di atas 7,30% dalam tiga tahun terakhir, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun ekonomi Jawa Timur. Industri pengolahan mengkontribusi terbesar PDRB Kabupaten Gresik, diikuti sektor perdagangan dan jasa.

Besarnya kontribusi sektor industri pengolahan menjadikan prioritas program pemkab Gresik diarahkan kepada penguatan infrastruktur bagi perkembangan  kawasan industri dan industrail estate (warehousing). Intuisi Bupati Sambari Halim Radianto yang berdarah pengusaha sangat mewarnai pada perencanaan pembangunan, khususnya pada program-program yang menstimulir terdorongnya aktivitas sektor industri dan investasi. Targetnya, industri existing bisa terus berkembang dan investasi baru terus berdatangan, PDRB terus bertumbuh, sehingga ada economic effects yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Gresik.

pelabuhan Kali Mireng - Gresik

Keberadaan dermaga dan terminal petikemas di Teluk Lamong, dan revitalisasi alur pelayaran barat  Surabaya (APBS) sangat memungkinkan arus investasi ke Gresik akan terus meningkat, mengingat lokasinya yang dekat dan akses transportasi yang mudah. Nampaknya Pemda Gresik dan Bupati Sambari mengantisipasi peluang ini dengan terus mengundang investor pembangun kawasan industri dan pergudangan.

Bupati Sambari juga terus melakukan  proposal ke pemerintah pusat agar segera dibangun mega-proyek Kawasan Niaga Mandiri (KMN) seluas 10.000 hektar yang tersentral di empat kecamatan (Menganti, Driyorejo, Kedamean dan Wringinanom). Konsep kawasan yang akan dibangun ini jelas akan menaikkan PDRB Kab Gresik secara signifikan.

Terkait dengan mega-proyek itu, Bupati Sambari dan  Pemda Gresik telah menetapkan titik lokasi seluas 10.000 ha yang berada di empat (4) kecamatan dan sekitar 3.000 ha telah dikuasai oleh pengembang, tinggal dikonsolidasi dengan Pemda Gresik.

selalu ada proyek infrastruktur

Kawasan terpadu ini juga akan dilengkapi dengan pergudangan (warehousing) dan kantor, sehingga memungkinkan tumbuhnya investasi dengan memanfaatkan keberadaan dermaga dan terminal Teluk Lamong. Bisa dipastikan, jika konsep kawasan ini terealisasi, maka PDRB kab Gresik akan makin moncer dan economic growth akan terus melambung. Selain itu, konsep kawasan ini juga berfungsi  menata pembangunan perumahan yang selama ini cenderung tumbuh secara sporadis, tidak sesuai tata ruang, dan kerap menjadi biang kemacetan dan banjir.

Selain pergudangan dan perumahan, dalam kawasan ini juga akan dilengkapi pusat komersial ( mall, trade centre, perkantoran, hotel dan restauran). Lokasi kawasan ini terbilang sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Surabaya Barat yang sedang mengalami perkembangan pesat sebagai wilayah bisnis dan permukiman mewah. Bagian tenggara sudah terdapat Proyek Perumahan Kota Baru oleh Perumnas dengan luasan 1.000 ha. Perbatasan bagian selatan merupakan daerah industri eksisting dan ada sudah sekitar 250 pabrik beroperasi, dan kawasan blok ini akan ditetapkan menjadi daerah industri baru.

Bagian selatan Driyorejo dan Wringinanom berbatasan dengan  Krian Sidoarjo yang kini telah berkembang sebagai wilayah industri dan pergudangan.  Akses masuk lokasi perencanaan bisa melalui beberapa alternatif, baik dari arah Surabaya, arah Sidoiarjo, maupun arah Mojokerto.  Sedangkan Jalan Tol Surabaya Mojokerto (Tol Sumo) juga menyiapkan pintu tol di Wringinanom dan di Banjaran Driyorejo, keduanya msuk dalam wilayah perencanaan. Juga sedang direncanakan Jalan Lingkar Barat Surabaya (JLBS) yang melewati Kecamatan Menganti dan Driyorejo.  Titik lokasi ini telah didukung perencanaan & penyediaan air bersih,  dari pengolahan air Legundi dan Krikilan yang dialirkan semuanya ke Gresik Selatan dengan debit mencapai 750 liter perdetik.

Sedangkan wilayah Gresik Utara akan disuplai dari air bendung gerak sembayat dan air umbulan. Jika wilayah Gresik Selatan masih kurang, maka air dari umbulan akan dialirkan juga ke Gresik Selatan, karena secara koneksitas perpipaan sudah dipersiapkan. Sedangkan dari ketersediaan listrik, tidak ada masalah karena di wilayah selatan telah ada gardu induk. Semua kosep dan teknis ini persiapannya dikomando langsung oleh Bupati Sambari.

PDRB Kab Gresik diduga akan semakin besar seiring rencana Bupati Sambari membangun stadion berskala internasional di kawasan Gunur Lengis  yang pada ujungnya juga akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Kelebihan lain dari Pemkab Gresik adalah transparansi dalam pengelolaan anggaran, atas dasar inilah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim memberikan penghargaan ini.

Bupati Sambari juga mampu membangun komunikasi yang kuat dengan dunia usaha, sehingga investasi terus mengalir di Bumi Wali Songo Sunan Giri tersebut. Kini sudah ada investasi baru lagi yang akan melakukan pembangunan pelabuhan internasional yang terintegrasi dengan kawasan industri di Manyar, Gresik atau yang disebut dengan Java  Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) terus berlanjut.

Kini, tahapan sudah memasuki pembuatan infrastruktur dasar yang meliputi jalan akses, air bersih, jaringan listrik dan penyediaan lahan untuk kawasan industri serta dermaga untuk sandar kapal pengangkut bahan infrastruktur industri yang akan dibangun. Rencananya, pemancangan tiang pertama (ground breaking) infrastruktur dasar tersebut akan dilakukan pada awal Oktober 2013 mendatang. Kawasan industri di JIIPE akan dibangun seluas 2.500 hektar.  Khusus untuk kawasan pelabuhan dibutuhkan sedikitnya 400 hektar.

Kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri JIIPE dibangun berdasarkan kerjasama yang dijalin oleh anak perusahaan Pelindo III dan PT AKR Corporindo.  Komposisi saham kepemilikan untuk kawasan pelabuhan adalah 60% PT BJTI dan 40% PT UEPN dengan nama PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS). Sedangkan untuk kawasan industri (KI) komposisi sahamnya terbalik dengan share 60% untuk PT UEPN dan 40% PT BJTI dengan nama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Sambari Halim Radianto, terlahir di Gresik, 7 Agustus 1959. Suami dari Maria Ulfa ini menjabat sebagai bupati Gresik periode 2010-2015. Dia pernah menjabat wakil bupati Gresik pada periode 2000-2005 pada masa kepemimpinan bupati Robbach Masum.(win5)

Komentar