Manuver coba-coba ala Muhaimin
#DukungJokowiMuhaimin jadi trending topics Twitter

KANALSATU - Entah sengaja atau tidak, bersamaan dengan deklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, muncul pula tag di twitter yang mengusung pasangan Jokowi-Muhaimin.
Simbol #, disebut hashtag, yang digunakan untuk menandai kata kunci atau topik tweet. Diciptakan pengguna sosial media Twitter sebagai cara untuk mengkategorikan pesan. Hashtag akan membantu pengguna twitter menemukan topik menarik di jejaring sosial tersebut.
Dalam hal ini, tentu Muhaimin berupaya membangun opini dukungan pencapresan partai yang dipimpinnya pada Jokowi akan membuahkan hasil sebanding pada dirinya. Paling tidak, ‘bangunan’ capres-cawapres Jokowi-Muhaimin juga menjaring dukungan publik, pengguna twitter. Dan sejatinya memang cukup berhasil.
Bahkan kicauan (twitt) dengan tag #DukungJokowiMuhaimin sempat menduduki posisi nomor wahid dari lima tag tertinggi lainnya. Posisi nomor satu itu bertengger agak lama, sehingga membuktikan duet Jokowi-Muhaimin mendapatkan dukungan luar biasa besar dari calon pemilih pada Pemilihan Presiden 2014.
Dukungan PKB terhadap pencapresan Jokowi tersebut diputuskan dalam rapat gabungan Dewan Tanfidz dan Dewan Syura PKB di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin Pacung Gowang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (10/5/14). Bahkan DPC PKB Kab. Jombang yang notabene daerah basis Keluarga Besar Abdurrahman Wahid (Gus Dur) langsung merespons posisitf penetapan DPP PKB mencalonkan Jokowi.
Meski demikian, patut dan layak diduga, dukungan partai yang dibidani almarhum Gus Dur ke Jokowi coba dimainkan Muhaimin melalui sosial media. Ya semacam testing the water. Mungkin jatah menteri di kabinet tak cukup memuaskan partai yang menjanjikan suara besar bagi Jokowi di lima wilayah provinsi di pulau Jawa ini.
Mungkin pula, di benak para politisi PKB, modal suara yang diperoleh partai hijau tersebut pada pemilihan legislatif lalu cukup menjadi posisi tawar bagi Muhaimin. Tentu hasil itu membuat Muhaimin lebih ‘bermodal dna bernilai’ ketimbang Jusuf Kalla atau Abraham Samad yang tidak memiliki suara partai. Itulah kartu yang tengah dimainkan PKB (baca: Muhaimin).(win10)