Dispora Surabaya payah, GBT tanpa papan skor digital

KANALSATU - Banyak cerita yang bisa diungkapkan apabila kita ngomong tentang Dinas Pemuda dan Olahraga kota Surabaya, terkait dengan kinerga dan regulasi yang diterapkan dalam membina olahraga di kota Pahlawan.

Bukannya memplototi kinerga Dispora Surabaya yang kemarin membantah spekulasi anti sepakbola, namun dalam hal pemeliharaan semua infrastruktur yang ada di Surabaya harus lebih ditegaskan lagi.

Gelora 10 Nopember bisa dikatakan harus steril dari sepak terjang sepakbola karena terbentur dengan pembenahan infrastruktur yang ada disekitar stadion yang katanya kebanggan warga Surabaya.

Namun tidak demikian dengan Gelora Bung Tomo yang saat ini diklaim katanya sebagai salah satu stadion terbesar di Jawa Timur. Memang jika kita melihat dari jauh, keberadaan GBT sangat megah sekali. Empat tahun sudah keberadaan GBT menghiasi kota Surabaya bagian barat.

Tapi tidak demikian jika kita sudah memasuki stadion yang berkapasitas lebih dari 60 ribu penonton ini, banyak sekali bangunan gedung yang bisa dikatakan kurang terawat atau tak terawat. Kalau kita perhatikan sebelum masuk ke area GBT masih banyak sekali sampah yang berserakan, belum termasuk kondisi jalan yang banyak lubangnya.

Jika kita melihat kesisi bagian atas stadion akan kita jumpai beberapa atap yang rusak karena diterpa angin maupun hujan, bahkan stadion yang diklaim sebagai tangdingan Gelora Bung Karno ini tanpa dilengkapi dengan papan skor digital yang seharusnya menjadi standart dari stadion bertaraf internasional.

Memang dari segi jenis rumput yang digunakan, GBT bisa dikatakan mewah, namun hal ini jadi blunder sekali apabila biaya mendatangkan rumput dari Swedia ini tanpa perawatan yang layak, kalau dari system drainase bisa dikatakan sudah memenuhi standar.

Ironisnya, stadion yang dibangun dengan uang rakyat dengan menghabiskan dana sekitar 500 miliar ini masih belum bisa dirasakan dampaknya bagi masyarakat sekitar. GBT yang diresmikan pada 6 Agustus 2010 diakhir masa bhakti walikota Bambang DH ini belum bisa dikatakan memberikan kontribusi yang baik bagi warga sekitar.

Janji Walikota Risma Triharini sebagai penerus Bambang DH yang akan membangun akses jalan menuju stadion pun sampai detik ini belum kesampaian, belum termasuk bau yang menyengat dari TPA Benowo yang bisa dirasakan warga sekitar bahkan jaraknya bisa radius 5 kilometer juga belum bisa diatasi. Sampai kapan keadaan terus begini?

Sedangkan keberadaan GBT sangat sentral sekali, tak hanya stadion saja yang aksesnya bisa digunakan namun GBT merupakan venue segala cabor yang ada di Surabaya. Namanya saja Surabaya Sport Center atau yang dikenal dnegan SSC, namun perawatan dari proyek hasil uang rakyat ini belum digarap optimal oleh Dispora Surabaya.

Sebaga salah satu home base Persebaya Surabaya yang kini berlaga dikasta tertinggi kancah sepakbola Nasional, GBT belum layak kalau dikatakan sebagai stadion termegah di Jawa Timur. Empat thaun sudah sejak diresmikan 2010, home base Bajul Ijo ini tanpa dilengkapi oleh papan skor elektronik.

Tentu saja hal ini sangat memalukan sekali jika melihat kapasitas GBT yang sudah pernah mendatangkan tim elite semisal Queen Park Ranger salah satu klub elite Barclays Primier Leagu saat menggelar ujicoba dengan Persebaya yang waktu itu Persebaya 1927 yang berlaga di Indonesia Primier Legaue.

Bahkan untuk kelas nasional, GBT sudah beberapa kali menjadi venue Timnas Indonesia termasuk yang terkahir saat Timnas U-19 yang baru saja menjuarai Piala AFF menjajal kekuatantim Pra PON Jatim dan Persebaya U21. Sungguh sangat ironis sekali melihat kinerga dari Dispora Surabaya yang tak mau disebut sebagai dinas anti sepakbola.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga Surabaya, Hidayat saat dikonfirmasi mengenai kelayakan infrastruktur stadion GBT termasuk pengadaan papan skor tak bisa menjawab dengan pasti. Menurut Hidayat, pihaknya masih harus berdiskusi dengan Dinas Cipta Karya. "Kita nanti bicarakan dengan Cipta Karya. Kita konsentrasi dulu di Gelora 10 Nopember, setelah itu baru mungkin kita lanjutkan itu," ujar Hidayat kepada awak media.(win12)

Komentar