Tomy Winata, seriusi konservasi Harimau Sumatera
Butuh dana US$2 juta agar spesies langka itu tidak punah

KANALSATU - Pengusaha pemilik Artha Graha Group, Tomy Winata menyatakan untuk melakukan proses konservasi dan rehabilitasi agar harimau sumatera tidak punah ditaksir membutuhkan dana US$2 juta.
Dana itu dibutuhkan untuk proses pengelolan konservasi alam dan rehabilitasi harimau sumatera di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung Barat.
"Kami mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Artha Graha Network, teman-teman di Yayasan Artha Graha Peduli, termasuk uang pribadi," kata Tomy Winata sebagaimana dikutip Antaranews.com pada Kamis (17/7/14).

Secara khusus Tomy mengatakan Tambling Wildlife Nature Conservation sama sekali belum pernah mendapat bantuan dana dari pemerintah, kecuali berbentuk supervisi dan kemudahan perizinan.
"Kami mendapat supervisi dari Kementerian Kehutanan dan dukungan dari pemerintah setempat untuk mencegah illegal logging, illegal fishing dan illegal hunting. TNI dan Polri juga ikut menjaga untuk mencegah perambahan dan perburuan liar," tegasnya.
Lebih jauh Bos Artha Graha itu menjelaskan seluruh kerja sama dengan berbagai pihak itu selama sudah berjalan baik sejak dia masuk ke Tambling pada 1997, meskipun tetap perlu penyempurnaan pada beberapa hal.
Lebih dalam Tomy Winata menyatakan keinginannya mengelola TWNC semata-mata berawal dari keterpanggilan untuk menyelamatkan alam.
Sementara itu dia menceritakan sebelumnya masyarakat setempat cenderung melakukan kegiatan yang merusak alam.

"Setelah kami masuk, kami bergandengan tangan dengan masyarakat untuk melestarikan alam," ujarnya.
Sementara itu, Tomy mengatakan di TWNC tidak hanya ada harimau karena juga ada badak, gajah, rusa dan beberapa satwa endemik Sumatera lainnya.
Organisasi konservasi kucing besar liar internasional Panthera memberikan penghargaan kepada Indonesia atas keberhasilan konservasi harimau sumatera dalam pertemuan tahunan "Tigers Forever" di Jakarta, belum lama ini. (ant/win7)