Aroma tubuh, jadi metode identifikasi diri

Scanner sidik jari, salah satu metode pemindai jati diri

KANALSATU - Para ilmuwan terus mengembangkan metode identifikasi baru bagi manusia. Langkah ini melengkapi identitas diri yang selama konventional. Sepeti paspor, sidik jari dan iris atau pengenalan biometrik lainnya.

Langkah yang kini tengah dilakukan untuk melengkapi metode konventional itu diantaranya ada beberapa metode untuk identitas diri. Yakni

1. Aroma atau bau badan

Di badan setiap orang memiliki aroma khusus dan dapat diidentifikasi. Seiring dengan perkembangan sensor yang semakin akurat, para ilmuwan Spanyol mulai mempelajari teknik pengenalan via aroma tubuh sejak 2009.

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prosentase pengenalan melalui identifikasi aroma tubuh, yang dikombinasikan dengan sidik jari dan pemindai iris mata atau selaput pelangi. Sekaligus meminimalkan aksi penipuan yang mungkin terjadi pada kontrol perbatasan. Peneliti terkait mengatakan, tingkat pengenalan aroma tubuh lebih dari 85%, adalah metode pengenalan biometrik yang sangat menjanjikan.

2. Detak jantung

Perusahaan Bionym asal Kanada mengembangkan suatu gelang Nymi, yang dapat membaca grafik elektrokardiogram (EKG) pengguna. Begitu gelang Nymi memastikan identitas pengguna, ia akan mengirimkan data ke ponsel, komputer, kendaraan atau pintu hotel dan perangkat elektronik lainnya melalui jaringan nirkabel. Hasil percobaan awal perusahaan terkait menunjukkan, tingkat pengenalan gelang ini lebih tinggi daripada pengenalan wajah. Jadi kemungkinan dapat menggantikan kunci atau berbagai dokumen identitas.

3. Pembuluh darah balik

BiyoWallet adalah suatu mesin yang dapat mengindentifikasi karakteristik pembuluh darah balik di telapak tangan, yang dapat dipakai pemilik toko untuk mengidentifikasi status pelanggan. Begitu identitas pelanggan itu terkorfirmasi, mesin ini dapat secara otomatis memotong biaya dari rekening pelanggan. Saat digunakan, pelanggan cukup meletakkan telapak tangannya ke atas mesin, setelah itu mesin akan memindai pembuluh darah balik pelanggan dan mengidentifikasinya.

Menurut perusahaan yang mengembangkan produk ini, mereka harap metode biometrik ini dapat mengurangi terjadinyaa pencurian identitas seseorang, dan membantu pengguna melindungi depositonya di bank.

4. Telepon

Sinyal radio pada setiap ponsel mengandung sidik jari digital yang tidak dapat diubah. Atas dasar ini, insinyur dari Technical University of Dresden, Jerman, mengembangkan suatu teknologi pengenalan identitas yang dapat membantu aparat penegak hukum melacak tersangka yang membuang kartu SIM atau menggunakan kartu prabayar yang sulit dilacak identitasnya.

5. Gelombang otak.

Mengingat tingginya harga pengenalan via iris mata, wajah atau suara, dan juga invasif, peneliti dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, telah mengembangkan suatu headphone pengukuran gelombang otak (mindset/pola pikir), untuk mengotentikasi identitas seseorang.

Dalam penelitian ini, beberapa subyek diminta untuk melakukan kegiatan otak yang berbeda, misalnya : fokus pada pernapasan atau membayangkan menggerakkan jari ke atas dan ke bawah dan sebagainya, kegiatan otak ini kolektif (memikirkan hal yang sama), dan hal lain ((memikirkan perihal individu). Setelah melakukan pengukuran gelombang otak (EEG), data gelombang otak dari niat (pikiran) yang dihasilkan dari otak subyek, cukup untuk memverifikasi identitas, dan tingkat akurasinya tinggi.(ept/win3)

Komentar