Program MP3EI di koridor Bali-Nusra capai 52%

KANALSATU - Pemerintah melakukan evaluasi terkait pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di koridor V Bali-Nusa Tenggara (Nusra) yang saat ini proses pengerjaannya secara total mencapai 52%.
Progres MP3EI di Koridor Bali Nusra itu dijelaskan secara khusus oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi mewakili para gubernur di koridor V Bali dan Nusa Tenggara saat melakukan video confrence dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Jakarta dan diterima di Teluk Mekaki Lombok Barat, Jumat (5/9/14).
Gubernur NTB menyatakan koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara, yang diposisikan sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional, hingga Agustus 2014 telah melaksanakan groundbreaking dengan total nilai investasi sebesar Rp53 triliun atau sebanyak 33 proyek.
Sementara itu, untuk perkembangan 3 proyek MP3EI lainnya di Koridor Bali-Nusa Tenggara, yaitu pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika Resort dengan nilai investasi Rp30 triliun oleh PT ITDC dan status kawasan saat ini telah ditetapkan melalui PP Nomor 52/2014 dan sedang menunggu keputusan presiden tentang Dewan Kawasan KEK Mandalika.
Pembangunan bendungan Titab di Kabupaten Buleleng-Bali, dengan nilai investasi Rp428 miliar. "Sampai saat ini masih tahap konstruksi telah mencapai 96 persen dan diperkirakan siap diresmikan pada awal 2015," ujarnya.
Termasuk, untuk pembangunan DAM Raknamo di Kabupaten Kupang NTT dengan nilai investasi Rp1 triliun akan siap di-grounbreaking pada akhir 2014. Bahkan, disela-sela video confrence dengan Presiden SBY itu, orang nomor satu di NTB tersebut menyampaikan kepada presiden terkait perkembangan pembangunan Bendungan Pandanduri Kabupaten Lombok Timur yang sudah digroundbreaking Presiden pada 27 Mei 2011 yang lalu.
"Bendungan Pandanduri hingga saat ini, pembangunan fisiknya telah mencapai 97,03 persen dan Insya Allah akan 100% pada Oktober 2014," kata Zainul Majdi. (ant/win7)