Slamet Rahardjo rela plontos demi ‘Garuda Superhero’

Slamet Rahardjo, gunduli kepala demi film ‘Garuda Superhero’.

KANALSATU - Slamet Rahardjo rela kepalanya plontos demi peran di Film ‘Garuda Superhero’. Aktor kawakan Indonesia itu menerima syarat yang diajukan Dhoni Ramadhan, produser film yang bercerita tentang pahlawan asli Indonesia tersebut.

“Dhoni (produser) bilang, kalau mau main di film ini, syaratnya kepala bapak mesti botak (plontos). Saya bilang tidak masalah. Demi film Garuda, saya rela plontos,” kata Slamet dalam konferensi pers di ajang Popcon Asia 2014, Jakarta, Sabtu (20/9/14).

Slamet yang biasanya memerankan tokoh protagonis dengan karakter kebapakan dan bijaksana, kini mendapat peran antagonis sebagai King Durja. “Bukan soal antagonis, protagonisnya. Dhoni bilang kalau saya main di film ini, saya berperan luar biasa. Bapak mau tidak, bisa terbang menembus tiga dinding. Saya pikir, wah ini luar biasa.”

Produser Dhoni Ramadhan mengatakan, ‘Garuda Superhero’ merupakan film pertama Indonesia yang diproduksi dengan teknologi animasi computer generated imagery (CGI). Teknologi itu memungkinkan sebagian besar proses produksi hanya dilatarbelakangi green screen. Artinya, 90% pengambilan gambar dilakukan di studio.

“Selain itu, proses penyuntingan (editing) dilakukan dengan rekayasa digital animasi matte painting, yakni ilusi yang sengaja dicipta untuk membangun visualisasi tertentu. Lebih sulit sebetulnya karena saya harus buat ruang imajinasi yang luar biasa, yang tidak ada di dunia nyata, saya hadirkan,” tutur Dhoni tentang dalam film besutan X-Jo itu.

Film ‘Garuda Superhero’ berusaha menampilkan sosok pahlawan Indonesia di tengah gempuran pahlawan-pahlawan fiksi Hollywood yang dicipatakan Marvel dan DC Comics. “Saya mencoba belajar dari teknologi yang selama ini sudah biasa digunakan di film Hollywood.”

Dia mengakui masih mendekatkan konsep filmnya dengan Hollywood, karena pola pikir masyarakat Indonesia terlanjur tertuju pada film barat. “Kami bukan meniru, melainkan mendekatkan pola pikirnya dulu. Setelah itu, baru kita membuat seperti itu Hollywood. Kita juga punya pahlawan yang tak kalah keren dengan Hollywood.”

‘Garuda Superhero’ becerita tentang kondisi Kota Jakarta di masa depan yang berubah nama menjadi ‘Metro City’ dan tengah menjadi sasaran kelompok jahat Durja King. Namun, upaya penguasaan kelompok penjahat Durja King itu dihalangi Garuda yang diperankan aktor Rizal Al-Idrus.

Film yang idenya muncul sejak 2004 tersebut diproyeksikan mulai tayang serentak di bioskop pada 11 Desember 2014.(win10)

Komentar