Nonton Bareng Film Animasi Jumbo Bareng Kumpul Dongeng Surabaya, Teman Tuli Hanyut dalam Rasa

KANALSATU - Film animasi Jumbo yang tengah ramai diperbincangkan menarik perhatian Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya. Tak ingin ketinggalan momentum, komunitas yang aktif menyebarkan nilai-nilai lewat cerita dan dongeng ini menginisiasi acara nonton bareng (nobar) film Jumbo di CGV Marvell City, Minggu (13/4/2025) sore.

Namun, bukan sembarang nobar. Pendiri Kumpul Dongeng Surabaya, Inge Ariani Safitri, atau yang akrab disapa Bunda Inge, punya satu harapan besar—agar Teman Tuli juga bisa ikut menikmati film tersebut.

“Saya sudah ingin sekali nonton sejak film ini tayang. Tapi sayangnya, waktu itu belum ada versi dengan teks Bahasa Indonesia di Surabaya,” ungkap Bunda Inge saat ditemui di lokasi acara.

Karena komunitasnya terbiasa mendongeng bagi anak-anak Teman Tuli, Bunda Inge merasa penting untuk menghadirkan versi film yang dilengkapi teks. 

“Teks ini menjadi jembatan agar mereka bisa mengikuti cerita secara utuh,” jelasnya.

Keinginan tersebut tak berhenti sebagai wacana. Mendengar kabar bahwa versi teks Bahasa Indonesia tersedia di Jakarta, Bunda Inge langsung bergerak. Ia menghubungi rekan sesama pendongeng di Jakarta yang ternyata memiliki jaringan dengan pihak Visinema.

Gayung bersambut, usaha Bunda Inge membuahkan hasil. Visinema akhirnya menghadirkan versi Jumbo dengan subtitle Bahasa Indonesia khusus untuk penayangan di Surabaya.

Acara nobar pun berlangsung meriah. Selain Kumpul Dongeng Surabaya, turut hadir komunitas Tatuli (Cerita Teman Tuli), Rumah Anak Prestasi (RAP), serta sejumlah Teman Tuli lainnya.

“Total peserta ada 164 orang. Dari jumlah itu, 78 adalah Teman Tuli, sisanya Teman Dengar,” terang Bunda Inge.

Salah satu peserta, Fransiskus Sakha (11), berbagi pengalamannya setelah menyaksikan Jumbo bersama Teman Tuli. “Aku sampai nangis nonton filmnya. Teman-teman juga kelihatan terharu meski mereka tidak mendengar suara atau lagu-lagunya, tapi bisa ikut merasakan lewat teks,” katanya.

Suasana hangat dan inklusif begitu terasa di dalam studio maupun selasar CGV sore itu. Meskipun menikmati film dengan cara yang berbeda, baik Teman Tuli maupun Teman Dengar sama-sama larut dalam cerita.

Inisiatif Kumpul Dongeng Surabaya ini menjadi bukti bahwa pesan kebaikan bisa disampaikan dengan berbagai cara. Seperti lirik lagu Jumbo yang dibawakan Bunga Citra Lestari:
“Nyanyian ini bukan sekedar nada,
Aku ingin kau mendengarnya,
Dengan hatimu, bukan telinga.”
(KS-5)

 

Komentar