Bahana (BPUI) catat laba Rp63 miliar
PROFIL KORPORASI

KANALSATU - PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) 100% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Keuangan dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan yang didirikan pada 1973 ini dimaksudkan untuk mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Koperasi.
BPUI memiliki aneka jenis usaha layanan finansial yang lengkap dan inovatif melalui anak-anak perusahaan: 1. Bahana Securities (Investment Banking, Securities Trading dan Brokerage). 2. Bahana Artha Ventura (Modal Ventura). 3. Bahana TCW Investment Management (Asset Management). 4. Graha Niaga Tata Utama (Office Building Management).
BPUI mencatat kinerja yang bagus pada 2013dan berhasil mencetak laba di atas target. Meski 2013 disebut sebagai masa sulit bagi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)-, namun BPUI berhasil mencetak laba bersih Rp 63 miliar atau 17% dari yang ditargetkan. Kontribusi pendapatan perusahaan paling besar datang dari anak usaha yakni PT Bahana Securities sekitar 60%.
Adapun anak usaha BPUI lainnya adalah Bahana Artha Ventura (bergerak di bisnis modal ventura), Bahana TCW Investment Management (bisnis Manajer Investasi), dan Graha Niaga Tata Utama (bisnis pengelola gedung perkantoran). BPUI sendiri menargetkan dapat mencetak pertumbuhan 15% di tahun 2014.
Bahana Securities, salah satu unit usaha BPUI diakui dikelola oleh para profesional yang berpengalaman di bidang pasar modal dan investment banking.
“Kami senantiasa mengedepankan kerja tim dan membudayakan proses regenerasi sebagai upaya kami membina Tim yang kuat dan tangguh agar selalu siap menjawab segala tantangan hari ini dan masa depan,” tulis manajemen Bahana melalui bahana.co.id.
Bahana Securities merupakan perusahaan sekuritas dengan pengalaman yang tinggi dalam menangani penawaran Obligasi di Indonesia. Memiliki client base yang juga kuat serta hubungan yang baik dengan investor. Pengalaman yang sangat kuat dalam aktivitas fund raising, jaringan distribusi yang sangat kuat di pasar domestik maupun internasional, serta reputasi yang sangat kuat dalam menangani transaksi-transaksi skala besar di Indonesia.
Tim Bahana Securities memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai emisi obligasi dan ekuitas di Indonesia, terutama perusahaan-perusahaan besar dan institusi-institusi besar. Sedangkan Tim Investment Banking BPUI sudah paham dengan seluruh aspek peraturan / ketentuan pasar modal dan lingkungan keuangan di Indonesia, termasuk peraturan OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Dari aspek pelayanan dari perusahaan investment banking, BPUI telah diakui akan dapat membantu Emiten dalam semua tahap transaksai dan kebutuhan-kebutuhannya, termasuk industry expertise dan advisory capabilities.
BPUI sebagai BUMN profesional telah banyak mendapatkan prestasi dan penghargaan (Awards) dari berbagai pihak, diantaranya dari: The Best Equity House - Finance Asia, The Best Broker - Finance Asia, The Best Secondary Deal of The Year - Alpha Southeast Asia, The Best Mid - Cap Equity Deal of The Year - Alpha Southeast Asia.
Selain itu juga : The Best Securities House - Bisnis Indonesia, The Best Domestic Debt House - Asia Money, dan The Best Bond House - Alpha Southeast Asia, The Best Indonesia Deal - Finance Asia, Best Local Brokerage (2nd) – Asia Money, Best Domestic Investment Bank – The Asset, Best Investment Bank – Finance Asia, Best Equity House – Finance Asia, dan Best Broker – Finance Asia
BUPI melalui Bahana TCW saat ini mengelola 26 reksadana dengan berbagai pilihan jenis investasi, agar dapat memenuhi ekspektasi dari berbagai profil nasabah kami. Manajemen BPUI terus menghadirkan inovasi-inovasi melalui produk reksadana baru agar dapat melayani lebih banyak lagi nasabah:
Inilah daftar reksadana yang dikelola BPUI, 1. Reksadana Campuran: Bahana Dana Infrastuktur, Bahana Dana Selaras, Bahana Kombinasi Arjuna, Dana Selaras Dinamis, Makara Prima (d/h Investasi Reksa Plus)-, Reksadana Bahana Balance Smart, dan Reksadana Index.
Kemudian, 2. Asian Bond Fund: Reksadana Pasar Uang dan Bahana Dana Likuid. 3. Reksadana Pendapatan Tetap : Bahana Dana Arjuna, Bahana Endowment Funf d/h Dana Hasil Bertahap, Bahana Investasi Abadi, Dana Sejahtera Optima, Ganesha Abadi, Kehati Lestari, Optima Pendapatan Abadi, Pendapatan Tetap Abadi, Pendapatan Tetap Abadi 2, Pendapatan Tetap Sentosa, Pendapatan Tetap Utama, dan Reksadana Bahana Makara Abadi.
Sedangkan Reksadana Saham terdiri dari: Bahana Dana Prima, Dana Ekuitas Andalan, Dana Ekuitas Prima, RD Bahana Trailblazer Fund, Reksadana Bahana Equity Smart. Selain itu juga Reksadana Terproteksi: Bahana A Optima Protected Fund 21, A Optima Protected Fund 22, Bahana A Optima Protected Fund 23, Global Protected Fund, Global Protected Fund 2, Global Protected Fund 4, Bahana Optima Protected Fund 12 sampai Bahana Optima Protected Fund 19, Bahana Optima Protected Fund 8, dan 13 lainnya.
Sementara itu unit usaha investment managament BPUI melalui PT. Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) merupakan perusahaan patungan antara BPUI dengan Trust Company of the West (TCW), sebuah perusahaan manajer investasi terkemuka yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat.
PT. Bahana TCW Investment Management didirikan tahun 1994 dan merupakan Perusahaan manajemen investasi dan penasehat investasi yang telah mendapatkan ijin Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sejak 1995. Pengalaman di bidang pengelolaan investasi selama lebih dari 12 tahun telah membawa PT. Bahana TCW Investment Management mendapatkan kepercayaan dari berbagai nasabah baik institusi maupun individu dengan total dana kelolaan puluhan triliun rupiah.
Modal VenturaBPUI melalui PT. Bahana Artha Ventura (BAV) memfokuskan diri pada pengembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi dengan memberikan fasilitas pembiayaan dan pendampingan manajemen dengan tetap menjalankan praktek bisnis yang sehat.
Bahana Modal Ventura memiliki lebih dari 15 anak usaha di daerah – daerah bekerjasama dengan pengusaha daerah - sebagai mitra bagi Pengusaha UMKM. Dalam beberapa tahun BAV telah berhasil mempercepat perkembangan UMKM di Indonesia.
BAV berhasil menggali potensi daerah untuk dikembangkan melalui berbagai program pembiayaan, pendampingan manajemen dan dukungan pemasaran. Keberhasilan BAV dalam mempercepat perkembangan UMKM berkat dukungan sebagai berikut: 1. Penerusan pinjaman dari Japan Exim Bank pada tahun 1996, 2. Pinjaman Rekening Dana Investasi (RDI), 3. Dana Modal Awal Padanan (MAP) sejak tahun 2001.(win2)