PT Pelindo III, rating positif dari 3 pemeringkat asing

KANALSATU- PT Pelabuhan Indonesia III dalam proses penerbitan atau emisi global bond yang mencapai nilai US$500 juta dan mengalami oversubscribed hingga 13 kali ternyata telah melibatkan sedikitnya 3 Lembaga Rating atau pemeringkatan level dunia yang telah memberikan rating stabil

Seperti diketahui bahwa sebelumnya dalam proses penerbitan global bond, tiga lembaga pemeringkat internasional Moody's,Standard & Poor,dan Fitch telah memberikan ratingBaa3, BB+, BBB- semuanya dengan outlook stable untuk PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Standard & Poor resmi memberikan peringkat BB+ untuk kredit korporasi jangka panjang dan axBBB+ untuk peringkat jangka panjang skala regional ASEAN bagi Pelindo III.

Bahkan secara khusus S&P memberikan outlook perusahaan dengan kategori stabil.S&P juga menyematkan BB+ untuk peringkat penerbitan jangka panjang bagi senior unsecured notes yang diterbitkan oleh Pelindo III.

Pelindo III dinilai memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi dengan arus kas yang stabil pada operasional berbagaipelabuhan di Indonesia bagian tengah dan timur.

Lokasi strategis sejumlah pelabuhan di wilayah Pelindo III terutama di Tanjung Perak, Surabaya dan Tanjung Emas, Semarang dapat menjadi andalan untuk mendukung arus kas dan profitabilitas perseroan.

kantor pusat Pelindo III

Kedua pelabuhan itu berada di kota terbesar kedua dan kelima di Indonesia. Pelabuhan tersebut berada di wilayah sentra manufaktur dan pusat industri Indonesia.

Kemudian Pelabuhan Banjarmasin merupakan pelabuhan penting bagi pengapalan logistikdari Kalimantan sebagai pulau yang kaya sumber daya alam. Begitu pula pelabuhan di Benoa, Bali yang menyediakan akses ke pulau tujuan wisata yang paling populer.

Pada saat bersamaan, lembaga rating Moody's Investors Service memberikan peringkat Baa3 untuk pertama kalinya bagi Pelindo III. Moody's juga memberi penilaianoutlook stabil bagi Pelindo III.

Peringkat itu mencerminkan baseline credit assessment dari Baa3. Pelindo III sebagai perusahaan milik pemerintah juga diperkirakan akan mendapat dukungan keuangan yang kuat dari pemerintah.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings juga memberikan peringkat jangka panjang bagi penerbitan utang valuta asing dan penerbitan utang tanpa jaminan pada level BBB-. Sejalan dengan penilaian Moody’s, Fitch juga memberikan outlook stabil.

Fitch menegaskan bahwa peringkat utang tanpa jaminan berdenominasi dolar Amerika Serikat yang diterbitkan Pelindo III dinilai berada di level BBB-. Peringkat itu juga didasarkan pada peringkat Indonesia sebagai pemegang saham utama yang mendapatkan rating BBB- dengan outlookstabil.

Sekilas Korporasi

PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III – sebagaimana ditulis Wikipedia, pada awal berdirinya adalah sebuah Perusahaan Negara yang pendiriannya dituangkan dalam PP No. 19 Tahun 1960. Selanjutnya pada kurun waktu 1969 s/d 1983 bentuk Perusahaan Negara telah diubah dengan nama Badan Pengusahaan Pelabuhan(BPP) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1969.

Selanjutnya pada kurun waktu tahun 1983 s/d 1992 untuk membedakan pengelolaan Pelabuhan Umum yang diusahakan dan yang tidak diusahakan, diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1983 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1985.

Sejak tahun 1992 - seiring dengan pesatnya Perkembangan dunia usaha maka status Perum diubah menjadi Perseroan hingga saat ini dan tertuang dalam Akta Notaris Imas Fatimah, SH Nomor 5 Tanggal 1 Desember 1992 dan telah diubah terakhir dengan Akta Perubahan Nomor 128 tanggal 25 Juni 1998 yang dibuat di hadapan Notaris Rachmat Santoso, SH.

ilustrasi

Wilayah operasi

Pelindo III mengelola sebanyak 40 pelabuhan yang dikelompokkan menjadi 19 cabang dan 21 kawasan yang tersebar di 7 Provinsi yaitu : Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Kantor Pusat Pelindo III terletak di Surabaya.

Sementara itu Pelabuhan yang dikelola Pelindo III terdiri dari : Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur), Pelabuhan Teluk Lamong (Surabaya, Jawa Timur), Pelabuhan Trisakti (Banjarmasin, Kalimantan Selatan), Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang, Jawa Tengah), Pelabuhan Benoa (Benoa, Bali), Pelabuhan Tanjung Intan (Cilacap, Jawa Tengah), Pelabuhan Tegal (Tegal, Jawa Tengah), Pelabuhan Pekalongan (Pekalongan, Jawa Tengah) dan Pelabuhan Kendal (Kendal, Jawa Tengah), serta Pelabuhan Jepara (Jepara, Jawa Tengah).

Selain itu juga : Pelabuhan Rembang (Rembang, Jawa Tengah), Pelabuhan Tuban (Tuban, Jawa Timur), Pelabuhan Gresik (Gresik, Jawa Timur), dan Pelabuhan Probolinggo (Probolinggo, Jawa Timur).

Bidang usaha

Bidang usaha Pelindo III meliputi penyediaan dan pengusahaan : Kolam-kolam pelabuhan dan perairan untuk lalu lintas dan tempat-tempat berlabuhnya kapal, Jasa-jasa yang berhubungan dengan pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal, Dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat, bongkar muat barang termasuk hewan dan fasilitas naik turunya penumpang, Gudang-gudang dan tempat penimbunan barang-barang, angkutan Bandar, alat bongkar muat serta peralatan pelabuhan, Tanah untuk berbagai bangunan dan lapangan, industri dan gedung-gedung/bangunan yang berhubungan dengan kepentingan kelancaran angkutan laut.

Kemudian: Penyediaan listrik, bahan bakar minyak, air minum dan instalasi limbah pembuangan, Jasa terminal, kegiatan konsolidasi dan distribusi barang termasuk hewan, Pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kepelabuhanan, Jasa pelayanan kesehatan, Jasa transportasi di laut, Jasa persewaan fasilitas dan peralatan di bidang kepelabuhahanan.

Selain itu, Pelindo III juga memiliki unit usaha : Jasa perbaikan fasilitas dan peralatan di bidang kepelabuhanan, Properti di daerah lingkungan pelabuhan, Kawasan industri di daerah lingkungan pelabuhan, Kawasan wisata di daerah lingkungan pelabuhan, Depo petikemas, Jasa konsultan di bidang kepelabuhanan, Jasa komunikasi dan informasi di bidang kepelabuhanan, dan Jasa konstruksi di bidang kepelabuhanan.(win7/win5)

Komentar