Romahurmuziy, sering juara lomba MTQ

FIGUR

KANALSATU – Boleh saja berbeda pendapat, tapi jangan kemudian berpisah. Demikian kira-kira yang diharapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surydharma Ali (SDA), menyikapi langkah kubu Sekretaris Jendral Romahurmuziy (Romy) yang akan menggelar muktamar sendiri di Surabaya pada 15 Okterber 2014.

Aksi separasi yang dilakukan oleh Romy cs dikarenakan perbedaan pendapat antara kelompok SDA dan Romy cs. Diduga kuat berlatar-belakang perbedaan dukungan pada Pilpres 2014. Romy cs yang di dalamnya ada tokoh PPP Emron Pangkapi diduga memiliki hubungan yang kuat dengan Jusuf Kalla, sementara kubu SDA deket dengan Prabowo Subianto.

“Langkah Sekjen itu membahayakan partai. Jika dibiarkan, muktamar itu bisa jadi preseden bagi partai lainnya. Karena nanti sekjen bisa menggulingkan ketua umum di semua partai,” kata SDA di Jakarta (13/10).

tokoh muda PPP

Kata SDA, aneh kalau sekjen dan waketum memecat ketum yang mengangkatnya, kemudian mengklaim menjadi penyelenggara muktamar yang s ah. Padahal, lanjut SDA, ketum hanya bisa diberhentikan melalui muktamar.

“Sekjen dan waketum PPP (Emron Pangkapi)  itu pembantu ketum, mereka tidak bisa memecat ketum. Mereka juga tidak punya kewenangan menggelar muktamar. Masak kewenangan ketum kalah sama sekjen dan waketum?” katanya memberi analogi.

SDA yakin, kubu Romahurmuziy tidak akan mendapat dukungan. “Kader-kader tidak ingin PPP hancur karena aturan-aturannya ditabrak segelintir orang yang ingin mendapatkan kekuasaan dan jabatan. Apalagi mayoritas DPW PPP akan menghadiri Muktamar VIII PPP yang saya gelar di Jakarta, pada 23 Oktober 2014. Muktamar yang saya adakan sesuai AD/ART partai.”

SDA menyatakan, jika ada yang menyelenggarakan muktamar PPP sebelum pelantikan presiden, muktamar itu inkonstitusional. “Sesuai konstitiusi partai, maka Muktamar VIII PPP baru bisa dilaksanakan setelah pemerintahan baru terbentuk dan paling lambat satu tahun setelah pemerintahan baru terbentuk.”

juara MTQ ke politisi

Juara MTQ

Meski Romy (Ir. H.M Romahurmuziy, MT) terlahir dari keluarga berlatar-belakang politisi, namun pria kelahiran Sleman, Yogya, 10 September 1974 ini mulanya tak pernah terpikir bakal menjadi politisi. Pasalnya tidak pernah punya cita-cita menjadi politisi. Bahkan, Romy yang sering menjadi juara lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ini bercita-cita ingin menjadi kyai yang memimpin pesantren.

Namun cita-cita Romy bergeser, terutama setelah tinggal di Kota Bandung kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Romy yang nota-bene cucu Menteri Agama ketujuh RI KH M. Wahib Wahab ini justru tertarik ilmu ekonomi - bidang engineering economics. Romy meraih Magister Teknik (MT), Fakultas Pasca Sarjana, Jurusan teknik dan management industri di Institut Teknologi Bandung, bidang kekhususan kebijakan industri.

Romy kemudian bergabung dengan PPP dan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Dapil Jawa Tengah VII. Berikutnya dipercaya sebagai Sekjen DPP PPP periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011.

Romy adalah putra dari KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, SH, yang merupakan pendiri IPNU (Ikatan Pelajar NU), anggota DPR-GR mewakili Partai NU DIY zaman Orde Lama dan Rois Syuriah PBNU 1984-1986. Tolchah Mansoer , ayah Romy, adalah putra dari KH. M. Wahib Wahab.

Di DPR RI, Romy pernah duduk sebagai Ketua Komisi IV DPR RI mewakili Fraksi PPP yang membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan , Kelautan dan Perikanan.(win5)

Komentar