Presiden Jokowi inkonsisten soal jabatan wamen
KANALSATU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) inkonsisten atau tidak konsisten atas pernyataannya soal jabatan wakil menteri (wamen). Saat jumpa pers soal postur kabinet di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/9/14), Jokowi menyebutkan bakal menghapus jabatan wamen, dan hanya satu yang dipertahankan. "Wamen sementara itu penilaian kita yang mungkin diperlukan adalah di Kemenlu (wakil menteri luar negeri)," ujar Jokowi ketika itu.
Faktanya, Presiden Jokowi melantik dua wakil menteri dalam Kabinet Kerja. Yakni, AM Fachri sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu)dan Mardiasmo sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 187/N/2014 tentang pengangkatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Keuangan.
"Mengangkat Saudara AM Fachri sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Saudara Mardiasmo sebagai Wakil Menteri Keuangan. Keputusan Presiden mulai berlaku sejak saat pelantikan," kata pejabat Kementerian Sekretaris Negara saat membacakan surat Keppres, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (27/10/14).
Usai pembacaan Keppres, kedua Wakil Menteri tersebut mengucapkan sumpah jabatannya untuk bekerja sebaik-baiknya dan tidak menerima hadiah dalam bentuk apa pun serta tetap menjaga kesetiaan terhadap Undang-undang Dasar 1945. Para wakil menteri juga disumpah untuk tetap setiap kepada nusa dan bangsa dan memenuhi segala kewjaiban yang diberikan.
Mardiasmo menggantikan Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2009-2014.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dibawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 2010.
Doktor Akuntansi sekaligus pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu lahir di Solo 10 Mei 1958. Pada 10 Desember 2010, Mardiasmo terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) periode 2010-2014 dalam Kongres XI IAI di Jakarta.
Ia menyelesaikan pendidikan pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada 1997, magister pada University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat 1988 dan Doktor School of Public Policy, University of Birmingham Inggris pada 1994. Mardiasmo pernah mendapat penghargaan sebagai Dosen Teladan Tingkat Fakultas di Universitas Gadjah Mada pada 1991.
Pada 28 Juni 2012, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengangkat Mardiasmo sebagai Komisaris Utama Jasa Rahaja, berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan.(win6)