Sritex tembus pasar Uni Emirat Arab

KORPORASI

KANALSATU – Setelah banyak memasok baju seragam militer ke sejumlah negara, PT. Sri Rejeki Isman atau lebih dikenal dengan sebutan Sritex (perusahaan tekstil dan garmen) kini tembus ke pasar Uni Emirat Arab – khususnya  untuk produk terbaru yakni Integrated Personal Protection (IPP) set, atau perlengkapan tempur individu.

Demikian ditegaskan Torang Siburian, General Manager Sritex, Rabu (5/11). "Produk terbaru kami IPP set sudah dibeli oleh Indonesia dan Malaysia. Yang paling baru adalah Uni Emirat Arab," kata dia di pameran Indo Defence di JIExpo Kemayoran, Jakarta – seperti disiarkan LKBN Antara (5/11).

Sritex selama ini dan hingga saat ini masih aktif memproduksi seragam militer dan seragam profesional, dengan bahan anti-infra merah, antiair, antiapi, antiserangga yang sudah dipatenkan. Contohnya produk reguler kami seperti jaket dan pakaian dinas harian sudah didistribusikan ke 30 negara.

Produk Sritex turut dipamerkan di Indo Defence 2014 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berbagai produk yang ditampilkan di stan Sritex meliputi kaos Kostrad, kaos TNI AD, kaos Kopassus dan kaos Raider. Juga memamerkan contoh-contoh seragam yang dipesan untuk perlengkapan militer luar negeri, seperti rompi Venezuela, seragam terusan Uni Emirat Arab, kaos tempur untuk militer Malaysia dan seragam lapangan militer Swedia.

pabrik Sritex

Sritex dengan basis fabrikasi di Sukoharjo-Solo itu juga menyediakan berbagai perlengkapan seperti ransel, tenda multifungsi, sepatu bot, topi, dan helm pelindung. Indo Defence 2014 Expo & Forum menghadirkan pameran dan forum industri pertahanan, kedirgantaraan dan kelautan terbesar di Indonesia, berlangsung 5-8 November 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta, diikuti lebih dari 600 perusahaan dari 47 negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Britania Raya dan India.

Sritex dibangun pada 1968 oleh HM Lukminto – warga tionghoa kelahiran Jombang yang tadinya hanya seorang pedagang pakaian di pasar klewer. Kamus bebas Wikipedia menuliskan, pada 1982 Lukminto mendirikan pabrik Weaving dan pada1992 memperbesar pabriknya – terutama memproduksi pakaian militer untuk kebutuhan TNI, Polri dan PNS.

pabrik Sritex

Tahun 1994, Sritex mulai mengerjakan seragam pesanan pasukan negara-negara di bawah North Atlantic Treaty Organization (NATO). Mereka telah mengantongi sertifikat dari organisasi pakta pertahanan Atlantik Utara itu. Pesanan dari negara lain pun berdatangan.

Sritex lolos dari krisis ekonomi 1998, bisnis mereka makin berkembang hingga tujuh kali lipat dibanding tahun 1992. Tahun 2013 lalu Sritex resmi melantai di bursa saham. Pada 2012 perseroan ini mengumumkan laba sebesar Rp 229 miliar atau naik Rp 68 miliar ddari tahun sebelumnya.

Pendiri Sritex, HM Lukminto meninggal dunia di Singapura, Rabu (5/2/14). Semasa hidup, Lukminto dikenal memiliki jaringan yang kuat dan luas dengan para petinggi militer, bukan hanya petinggi TNI, tapi juga petinggi militer negara-negara besar.(win5)

Komentar