Bukaka Teknik Utama, akan relisting di BEI

KANALSATU – PT Bukaka Teknik Utama (Bukaka) merencanakan melakukan pencatatan kembali sahamnya di pasar modal atau lazim disebut relisting  pada tahun ini (2015)-, setelah pada 2007 lalu dihapuskan dari papan perdagangan saham (delisting).

Kepastian rencana relisting perusahaan milik Keluarga Jusuf Kalla yang pernah dibesarkan oleh Fadel Muhammad itu disampaikan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI). Calon emiten ini saat masih emiten dahulu sering menjadi ukuran pasar sektor usaha sejenis, terutama usaha kontraktor.

"Manajemen PT Bukaka sudah mengabarkan ke bursa (BEI) untuk segera melakukan relisting – dengan menggunakan buku laporan keuangan Desember 2014 sebagai salah satu syaratnya," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, di Jakarta, seperti disiarkan Antara, Jumat (16/1).

Saat ini, kata Hoesen, manajemen BEI sedang menunggu hasil audit laporan keuangan perseroan, yang diperkirakan selesai pada Februari mendatang. Jika prosesnya lancar, pada tahun ini Bukaka Teknik Utama dipastikan melakukan pencatatan sahamnya kembali.

"Setelah hasil audit laporan keuangan yakni menentukan harga sahamnya, harga terakhir ketika `delisting` bisa berubah karena berbeda dengan kondisi sekarang," katanya – sambil mengatakan ada sejumlah eks emiten yang berpotensi melakukan relisting pada 2015 di BEI.

Saham Bukaka terpaksa dihapus dari papan perdagangan saham pada 2007 karena keberlangsungan usahanya mengalami fluktuasi. Sedangkan rencana Bukaka Teknik Utama melakukan relisting untuk mencari dana segar melalui pasar modal untuk mendukung kegiatan ekspansinya. Bukaka memiliki kegiatan utama meliputi rekayasa dan pembuatan infrastruktur produk dan jasa terkait.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan bahwa pihaknya meyakini pada tahun 2015 ini semua sektor usaha berminat untuk mencatatkan sahamnya di bursa dalam rangka untuk meningkatkan modal ekspansi.

"Untuk sektor yang mendominasi pada tahun ini, kita harus lihat nanti pada akhir tahun. Tetapi dalam waktu dekat akan ada sektor pertambangan, manufaktur, dan jasa. Tahun ini akan lengkap," ujar dia.

Sejauh ini, lanjut Ito, ketiga sektor itu sedang melakukan penjajakan untuk merealisasikan niatnya untuk masuk pasar modal, beberapa diantaranya sempat tertunda rencananya 2014 karena ketidakpastian situasi politik dan kondisi global yang perekonomiannya sedang melambat. Ito meyakini target BEI menambah 32 emiten tahun ini bakal tercapai.(win5)

Komentar