Pasar Modal Syariah Kian Bergairah, Transaksi Harian Tembus Rp16,3 Triliun

KANALSATU – Pasar modal syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dan semakin menjadi bagian penting dari sistem keuangan nasional. Data terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, rata-rata nilai transaksi harian saham syariah telah mencapai Rp16,30 triliun.
Pencapaian tersebut menandakan tingginya minat masyarakat terhadap investasi yang berbasis prinsip halal.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur Cita Mellisa menjelaskan, saat ini terdapat 657 saham syariah yang tercatat di BEI atau sekitar 68,9 persen dari total saham yang beredar di pasar modal Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa saham syariah telah bertransformasi dari segmen khusus menjadi bagian utama dalam ekosistem investasi nasional.
“Minat investor terhadap saham syariah meningkat signifikan, dan hal ini menjadi momentum positif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah,” ujar Cita Melisa saat media gathering BEI Jatim di Surabaya, Selasa (21/10/2025) petang.
BEI terus memperluas pemahaman publik mengenai investasi berbasis syariah melalui beragam program edukasi. Salah satu inisiatif unggulannya adalah Program BERKAH (Belajar Terkait Investasi Syariah), yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah di berbagai lapisan masyarakat.
Program ini menyasar komunitas dan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan, seperti Gerakan Pemuda Ansor, untuk menanamkan kesadaran berinvestasi sesuai prinsip halal sejak dini.
Cita menegaskan bahwa keberhasilan pasar modal syariah tidak hanya bergantung pada kinerja emiten, tetapi juga pada pemahaman dan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem keuangan syariah yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Perkembangan pasar modal syariah yang pesat diharapkan dapat memperkuat pondasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus membawa Indonesia lebih dekat dengan ambisinya menjadi pusat keuangan syariah global di Asia.
Secara keseluruhan, hingga 20 Oktober 2025, BEI mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp14.746 triliun dengan 955 perusahaan tercatat. Selain itu, terdapat 11 perusahaan yang tengah dalam proses penawaran umum perdana (IPO), mencerminkan optimisme dunia usaha terhadap potensi pendanaan di pasar modal domestik.
Jumlah investor juga terus meningkat. BEI mencatat total 18,9 juta investor pasar modal, di mana 7,9 juta di antaranya merupakan investor saham. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa partisipasi publik terhadap investasi kini semakin luas.
(KS-5)