Ribuan warga Inggris protes tabloid Charlie Hebdo

ilustrasi

KANALSATU – Meski agak terlambat dibanding sejumlah negara yang warganya melakukan demo terhadap Tabloid Charlie Hebdo, ribuan warga Inggris juga melakukan protes keras atas kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah satire Prancis tersebut.

Ribuan warga Inggris – yang mayoritas muslim melakukan unjuk rasa di dekat kantor Perdana Menteri David Cameron, Minggu (08/02/2015). Mereka menuduh Charlie Hebdo telah menghina ummat Islam karena penggambaran Nabi Muhammad melalui kartun .

Mereka melakukan pawai unjuk rasa menuju Downing Street dengan membawa spanduk bertuliskan “Charlie dan perusahaan kejam,” “Kami mencintai Nabi Muhammad lebih dari hidup kami,” dan “Penghinaan bukanlah kebebasan.”

Para demonstran menyampaikan keberatan mereka dan melakukan doa bersama, sebelum perwakilan mereka menyampaikan petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 100.000 Muslim Inggris ke kantor Cameron.

Petisi itu menggambarkan kartun Muhammad sebagai “penghinaan terhadap norma-norma masyarakat yang beradab.” Setelah serangan jihad mematikan ke kantor Charlie Hebdo di Paris Januari lalu, para warga London antre untuk membeli edisi memorial yang menampilkan kartun Nabi Muhammad di sampul depannya.

Namun sebagian besar media Inggris tidak memublikasikan ulang kartun tersebut, yang menyinggung umat Islam karena penggambaran Nabi Muhammad dilarang dalam Islam.

“Mayoritas penduduk yang cinta damai harus semarak dalam mempromosikan sikap sopan santun dan debat yang bertanggung jawab,” kata Syaikh Tauqir Ishaq, juru bicara Forum Aksi Muslim yang menggelar protes tersebut.

“Di saat ketegangan dan emosi meningkat, sangat penting bahwa kedua belah pihak menahan diri mencegah insiden lebih lanjut terjadi.”

Aksi demonstrasi tandingan dari demonstran sayap kanan dengan jumlah lebih kecil berkumpul di seberang jalan dekat kantor perdana menteri, melambaikan bendera Union Jack dan memegang spanduk bertuliskan “Britain First: take our country back.”(ant/win5)

Komentar