BNI bagikan deviden Rp2,696 triliun

Ilustrasi.

KANALSATU - PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk akan membagikan dividen senilai Rp2,696 triliun, atau 25% dari perolehan laba bersih sepanjang 2014. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dividen pada 2013, baik secara nilai dan rasio terhadap laba bersih. Tahun lalu, BNI membagi dividen senilai Rp2,716 triliun atau setara 30% dari laba bersih pada 2013.

"Sebesar 25% atau senilai Rp2,696 triliun ditetapkan sebagai dividen tahun buku 2014 dan akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat," kata Direktur Utama BNI Gatot Suwondo selaku pimpinan RUPS Tahunan Tahun Buku 2014 BNI di Jakarta, Selasa (17/3/15).

Para pemegang saham di RUPS Tahunan Tahun Buku 2014 juga menyetujui 16,65% dari laba bersih 2014 atau senilai Rp1,796 triliun, dijadikan cadangan untuk mendukung investasi. Sedangkan sisa Laba Bersih Tahun Buku 2014 disetujui sebagai laba ditahan.

Pada 2014, BNI mencatatkan pertumbuhan laba 19,1% atau sebesar Rp10,783 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,1 triliun. Faktor pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan sumber pendapatan, baik pendapatan bunga bersih maupun pendapatan nonbunga.

Pendapatan bunga bersih BNI 2014 naik 17,4% dari Rp19,1 triliun menjadi Rp22,4 triliun. Sedangkan pendapatan nonbunga naik 13,5% menjadi Rp10,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp9,4 triliun.

Kenaikan pendapatan nonbunga didukung oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan non bunga lainnya.

Di bawah kepemimpinan Gatot, BNI berambisi menjadi pusat jasa keuangan dengan skala global, didukung sejumlah anak usaha seperti BNI Syariah, perusahaan asuransi jiwa BNI Life, perusahaan pengelolaan aset dan sekuritas BNI Securities dan BNI Asset Management, serta perusahaan pembiayaan, BNI Multifinance. Seusai RUPS 2014, Gatot akan digantikkan Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni, dengan Komisaris Utama Rizal Ramli.(win6)

Komentar