Bank Mandiri, rombak jajaran pengurus

KANALSATU – Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melahirkan keputusan perubahan jajaran pengurus, selain membahas enam agenda penting termasuk persetujuan laporan keuangan, penggunaan laba bersih 2014, pembagian dividen, hingga perubahan anggaran dasar emiten berkode BMRI tersebut.

RUPS yang digelar digelar di Auditorium Plaza Mandiri Jakarta, Senin (16/3) itu menyepakati sejumlah nama yang dipercaya sebagai pengurus pada jajaran direksi dan komisaris, sebagai berikut:

Direksi baru

Bank Mandiri (Direktur Utama: Budi Gunadi Sadikin, Wakil Direktur Utama: Sulaiman Arif Arianto, Direktur: Sentot A. Sentausa, Direktur: Ogi Prastomiyono, Direktur: Pahala N. Mansury, Direktur: Royke Tumilaar, Direktur: Hery Gunardi, Direktur: Tardi, Direktur: Ahmad Siddik Badruddin, Direktur: Kartini Sally, Direktur: Kartiko Wirjoatmodjo).

Direksi lama

Bank Mandiri ( Direktur Utama: Budi Gunadi Sadikin, Wakil Direktur Utama: Riswinandi, Direktur: Abdul Rachman, Direktur: Sentot A. Sentausa, Direktur: Ogi Prastomiyono, Direktur: Pahala N. Mansury, Direktur: Fransisca N. Mok, Direktur: Sunarso, Direktur: Kresno Sediarsi, Direktur: Royke Tumilaar, Direktur: Hery Gunardi).

Komisaris baru

Bank Mandiri (Komisaris Utama: Darmin Nasution, Wakil Komisaris Utama: Imam A Putro, Komisaris Independen: Abdul Aziz, Komisaris Independen: Aviliani, Komisaris Independen: Goei Siauw Hong, Komisaris Independen: Bangun Sarwito Kusmuljono, Komisaris Independen: Cahaya DR Sinaga, Komisaris: Suwhono, Komisaris: Askolani).

Komisaris lama

Bank Mandiri (Komisaris Utama: Mahmuddin Yasin, Komisaris Independen: Pradjoto, Komisaris Independen: Krisna Wijaya, Komisaris Independen: Aviliani, Komisaris Independen: Anton Hermanto Gunawan, Komisaris: Abdul Aziz, Komisaris: Askolani).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  pada kuartal IV-2014 berhasil dalam membukukan laba bersih Rp 19,9 triliun, naik 9,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu didorong oleh pertumbuhan operating income  sebesar 11,7% menjadi Rp 56,9 triliun.

Selain itu, laba bersih juga disokong oleh pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar Rp 41,8 triliun, naik 14,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan perolehan dari kegiatan non-intemediasi (fee based income) mencapai Rp 15,1 triliun. Perlambatan angka laba bersih dikarenakan adanya penambahan cadangan di anak usaha.(win5)

Komentar