Amazon akan segera kirim barang via Drone
Pasca FAA izinkan Amazon gunakan pesawat tanpa awak untuk pengiriman barang

KANALSATU - Perusahaan layanan jual-beli via Internet atau e-commerce, Amazon.com Inc telah mendapatkan persetujuan dari regulator negara Amerika Serikat (AS) untuk melakukan uji coba pesawat tanpa awak (drone) pengirim barang di luar ruangan.
Lebih dalam niat e-commerce tersebut untuk mewujudkan impiannya mengirimkan paket pada konsumen melalui udara, meski pun menghadapi kekhawatiran publik terkait keamanan dan privasi.
Lebih jauh Kantor berita Reuters melansir pada Kamis (19/3/15), Administratur Penerbangan Federal (FAA) mengeluarkan sertifikat percobaan kelaikan terbang untuk bisnis unit Amazon dan prototipe drone, mengijinkan drone terbang di atas lahan pemukiman milik swasta di Negara Bagian Washington.
Secara khusus FAA juga mengabulkan pembebasan dari pembatasan penerbangan lain sehingga drone percobaan bisa terbang.
Ijin tersebut adalah sebuah kemenangan bagi Amazon yang berbasis di Seattle, perusahaan e-commerce terbesar di Amerika Serikat.
Sertifikat percobaan diaplikasikan hanya untuk drone jenis tertentu dan Amazon harus mendapat sertifikat baru jika mereka melakukan modifikasi atau menerbangkan versi yang berbeda.
Hal itu menyulitkan untuk mengadaptasi model dengan cepat di lapangan. Petisi Amazon untuk ijin itu mengindikasi pengujian beberapa perulangan drone di sebuah fasilitas indoor di Seattle.
Amazon diharuskan terbang di bawah 120 meter dan senantiasa mengawasi drone, demikian menurut FAA. Amazon meminta ijin untuk terbang di ketinggian hingga 150 meter.
Operator drone harus memiliki sebuah lisensi pilot swasta dan memegang sertifikat medis terkini. Amazon harus menyerahkan data bulanan pada regulator.
Perusahaan itu tidak memberikan respon saat dimintai keterangan, Kepala kebijakan publik Amazon, Paul Misener, dipastikan akan bersaksi pada dengar pendapat di kongres terkait drone Selasa mendatang.
Sebagai bagian dari rencana Chief executive Amazon Jeff Bezos untuk mengirimkan paket di bawah program bernama "Prime Air", perusahaan itu sedang mengembangkan drone yang mampu terbang di kecepatan 80 kilo meter per jam, mampu beroperasi sendiri dan memiliki indera serta mampu menghindari objek.
Amazon juga bekerja sama dengan NASA dalam hal sistem manajemen lalu lintas udara untuk drone. (ant/win7)