Jokowi tegaskan komisaris BUMN dipilih lewat seleksi

Diaz Hendropriyono (tengah), relawan Jokowi yang dinilai ‘kebagian jatah’ sebagai Komisaris PT Telkomsel.

KANALSATU - Presiden Joko Widodo gerah juga dengan rumor bagi-bagi kursi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke politisi pendukung, tim sukses hingga relawan pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2014. Presiden Jokowi menyatakan pemilihan komisaris sejumlah BUMN sudah melalui proses seleksi.

“Coba tanya ke Menteri BUMN. Semuanya kan menggunakan proses seleksi, sehingga tidak ke sana (bagi-bagi). Yang jelas, semuanya menggunakan proses seleksi,” ujar Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/3/15).

Menurut Presiden, semua pemilihan komisaris BUMN dilakukan melalui proses assessment di Kementrian BUMN. “Pengisian jabatan itu disesuaikan dengan kebutuhan BUMN dan kompetensi yang ada. Kita ingin ke depan BUMN jadi motor penggerak ekonomi, terutama infrastruktur. Jadi, jangan anggap kita main-main.”

Sejumlah kalangan mengritik penempatan tim sukses hingga relawan di kursi komisaris sejumlah BUMN. Langkah Pemerintahan Kabinet Kerja itu dianggap sebagai ‘kebijakan’ bagi-bagi kursi yang tidak sesuai janji Presiden Jokowi ketika kampanye pilpres lalu.

Berikut nama-nama politisi, akademisi, mantan pejabat dan relawan pendukung Jokowi-JK yang kini menduduki jabatan sebagai komisaris di BUMN:

1.Bank Mandiri: Komisaris Utama Darmin Nasution (mantan Gubernur Bank Indonesia), Komisaris Independen Cahaya Dwi Rembulan Sinaga (kader PDI-P, Tim Transisi Jokowi-JK).

2. Telkomsel: Komisaris Diaz Hendropriyono (Ketua Umum Koalisi Anak Muda dan Relawan Jokowi).

3. Jasa Marga: Komisaris Utama Refly Harun (akademisi pakar hukum tata negara).

4.Bank BRI: Komisaris Utama Mustafa Abubakar (mantan Menteri BUMN), Komisaris Independen Sonny Keraf (kader PDI Perjuangan, mantan Menteri Lingkungan Hidup).

5. Telkom Indonesia: Komisaris Utama Hendri Saparini (dosen Program Magister UGM).

6. Bank BNI: Komisaris Utama Rizal Ramli (mantan Menteri Perekonomian), Komisaris Revrisond Baswir (ekonom dari Universitas Gadjah Mada).(win10)

Komentar