Ketakutan, Demokrat kirim sinyal tak dukung hak angket

KANALSATU - Kuatir ‘diobok-obok’ dan bernasib seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat mengirimkan sinyal kemungkinan tidak mendukung pengajuan hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasona Hamonangan Laoly.
Sinyal ‘ketakutan’ itu dikemukakan tiga petinggi Partai Demokrat yang segera menggelar kongres. Mereka adalah Wakil Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Agus Hermanto, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Didik Mukrianto.
Agus Hermanto menyatakan, fraksinya tidak akan mendukung hak angket terhadap Menkumham Yasonna. Sinyalemen tersebut bisa dibaca dari permintaan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas kepada Presiden Jokowi agar tidak ‘meng-golkar-kan’ Partai Demokrat.
“In shaa Allaah, itu sinyal agar tidak mendukung hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM,” kata Agus Hermanto di Gedung DPR RI di kawasan Senayan Jakarta, Senin (6/4/15).
Sementara itu, Sekretaris FP Demokrat Didik Mukrianto menyebutkan, partainya perlu mewaspadai kemungkinan nasib seperti dua partai sebelumnya yakni PPP dan Golkar.
“Keputusan Menkumham terhadap Partai Golkar dan PPP menimbulkan kontroversi. Apa yang disampaikan adalah pesan moral. Kami waspadai lebih awal atas kemungkinan itu. Kekuatiran kami karena presedennya sudah ada, yakni Partai Golkar dan PPP,” ujarnya.
Didik membantah, ada pendiri PD yang mulai membuat gerakan menjelang Kongres ke III sehingga memunculkan dua kubu di Partai Demokrat. “Tidak ada perpecahan di internal di Demokrat. Kirimkan pesan moral.”(win10)