JOB PPEJ lakukan simulasi penanggulangan bencana

Disaksikan Wakil Bupati Tuban

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar

KANALSATU - Kegiatan simulasi penanganan bencana dan situasi darurat akibat  kegagalan teknologi industri yang digelar Joint Operating Bodi Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ) untuk warga  Dusun Mejeruk, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, mendapat perhatian dan apresiasi dari Wakil Bupati Tuban.

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husain mengatakan kegiatan semacam ini merupakan bentuk perhatian industri besar yang lokasinya berada ditengah masyarakat. “Meski semua berharap tidak terjadi bencana, tetapi kita tidak pernah tahu  kapan bencana datang. Karena itu latihan penanganan bencana sangatlah penting agar warga tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat datang,” kata Noor Nahar Husain, Rabu (6/5/15).

Latihan yang diikuti sekitar 200 warga Dusun Majeruk melibatkan pegawai JOB PPEJ dan didukung Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, aparat kepolisian, TNI serta serta Satpol PP Pemkab Tuban.

Dalam simulasi yang berlangsung 30 April lalu, warga berlatih menghadapi kebocoran gas yang timbul akibat kegagalan tenologi industri, kata Noor Nahar.

Begitu mengetahui ada kebocoran gas, mobil ambulans JOB PPEJ langsung memberi pengumuman di pemukiman warga. Setelah mendengar pengumuman, warga langsung berkumpul di lapangan terbuka di depan Masjid Roudhlatul Jannah di dusun itu. Warga kemudian mendapat masker penutup hidung.

Sekitar 30 menit kemudian, empat unit truk milik Kodim, Satpol PP Tuban, dan dua truk milik warga datang untuk mengevakuasi warga yang terdampak kebocoran gas

Setelah semua warga naik ke atas truk, tim evakuasi membawa mereka menuju titik aman selanjutnya, yaitu Lapangan Losari yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi eksplorasi dan eksploitasi PAD C JOB PPEJ.

“Titik-titik evakuasi yang benar-benar aman telah dipersiapkan. Jadi warga dan seluruh petugas tahu langkah-langkah pengamanan dan harus menuju kemana jika kebocoran meluas,” kata Noor Nahar.

Dia menambahkan, Dusun Majeruk sebelumnya tidak masuk dalam lokasi sumur  kegiatan ekplorasi dan ekspoitasi migas JOB PPEJ. Namun menurut rencana JOB PPEJ akan melakukan pengeboran baru di kawasan Dusun Majeruk.

“Ini antisipasi yang bagus. Sebelum proses pengeboran sudah dilakukan latihan bagaimana menghadapi kondisi  darurat akibat kegagalan teknologi industri. Atas nama Pemkab Tuban saya mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi,” tegas Noor Nahar.

Lewat simulasi ini, Noor Nahar berharap tidak jatuh korban apabila terjadi bencana kebocoran gas. “Kalau tidak pernah ada simulasi, jangan-jangan  warga bukannya mengungsi tetapi justru mencari asal  bau busuknya saat ada kebocoran gas. Itu bisa fatal. Latihan ini untuk mengurangi jumlah korban bencana,” katanya.

Ditambahkan,  kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas mesti didukung semua pihak, termasuk warga di sekitar lokasi sumur.  Menurutnya, peningkatan produksi migas harus digenjot dari tahun ke tahun mengingat trend kebutuhan dan permintaan migas terus meningkat.

"Ini indusri strategis yang sangat penting dalam menopang ketahanan energi nasional. Karena itu kegiatan JOB PPEJ layak kita dukung, termasuk menambah kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat akibat kegagalan teknologi industri,” katanya.

Selain Wakil Bupati Noor Nahar Husain, kegiatan simulasi penanganan situasi darurat akibat kegagalan teknologi industri ini juga dihadiri Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan, Dandim Tuban Letkol Kav Rahyanto Edy Yunianto, Kasdim Tuban Mayor Tri Djoko, dan Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono.

Ditemui terpisah, Akbar Pradima, Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ mengatakan, dibawah arahan SKK Migas Jabanusa pihak  JOB PPEJ memperhatikan dan mengimplementasikan ketentuan HSE (health, safety, dan environment) secara konsisten.

“Pemahaman terhadap arti penting  keselamatan, khususnya warga di daerah penunjang operasi, menjadi salah satu prioritas kami. Karena itu kerja sama, dukungan, dan partisipasi dari warga sangat penting.  Prosedur tanggap darurat di lokasi pertambangan migas membutuhkan keterlibatan langsung warga, khususnya yang berada di lokasi sumur," kata Akbar Pradima.(win8)

Komentar