Di Sampang, bantuan mesin pertanian dijualbelikan

KANALSATU - Beberapa bulan lalu, pemerintah memberikan bantuan 34 handtraktor dan 7 mesin pompa air di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Selanjutnya, Bupati Sampang A Fannan Hasib menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada kelompok tani.
Seiring dengan perjalanan waktu, ternyata bantuan mesin pertanian itu malah diperjualbelikan. Dugaan jual-beli bantuan mesin pertanian dikuatkan dengan penangkapan Busiri, warga Dusun Loloran, Desa Dharma, Kecamatan Camplong, Sampang, oleh Aprarat Kodim 0828 Sampang.
Ditengarai, Busiri telah membeli mesin pompa air bantuan pemerintah seharga Rp5 juta dari oknum kelompok tani Desa Rabesan, Kecamatan Camplong, Sampang. Kini, Busiri dan barang bukti berupa mesin pompa air sudah diserahkan ke Polres Sampang.
Komandan Kodim 0828 Sampang Letkol Susanto mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat. Dimana, ada kelompok tani yang tidak mendapatkan bantuan mesin pertanian. "Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan ada bantuan di salah satu kelompok tani Desa Rabasan yang diperjualbelikan kepada masyarakat lain," kata Susanto, Rabu (20/5/15).
Susanto menegaskan, tindakan penangkapan kepada Buiri bukan berarti TNI ingin "melangkahi" tugas kepolisian. "Tetapi semata-mata sesuai nawa cita Presiden Joko Widodo, menyangkut ketahanan pangan. Jika ditemukan penyelewengan, TNI harus ikut bertanggungjawab," tegasnya.
Terlebih, TNI sudah kerja sama dengan Dinas Pertanian Sampang. Jika ditemukan bantuan pemerintah mulai dari bibit pupuk handtractor dan lainnya berkaitan pertanian yang tidak sesuai, Kodim 0828 Sampang akan bertindak.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Kepala bidang Teknik Dinas Pertanian Sampang, Suyono. Saat coba dikonfirmasi, yang bersangkutan tidak berada di kantornya.(win18/win6)