JK siap damaikan PPP

KANALSATU - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) siap menjadi fasilitator islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Baik islah di internal partai, maupun antara PPP dengan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.
"Bisa (menjadi fasilitator islah PPP), Insya Allah. Kalau diminta pasti siap saja," kata JK di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Kalibaru, Jakarta Utara, Senin (1/6/15).
Peran JK dalam proses islah Partai Golkar menjadi acuan bagi Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Jakarta Djan Faridz untuk mendamaikan dirinya dengan Menkumham. "PPP partai Islam satu-satunya di Indonesia. Kok Pak JK diam aja sih? Ayo dong islahkan saya dengan Menkumham, supaya Menkumham dengan saya bisa berdamai," ungkap Djan.
PPP di bawah kepemimpinan Djan Faridz dimenangkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang membatalkan SK Menkumham Yasonna Laoly terkait pengesahan kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VIII Surabaya di bawah pimpinan Rommahurmuziy.
Djan berharap agar PPP bisa melakukan islah dengan diprakarsai JK. "Kalau pilkada itu saya sangat mengharapkan Pak JK tidak hanya turun di Golkar, saya mengharapkan beliau turun di PPP," pinta Djan.
Djan mengaku tidak berseteru dengan Romi, namun dengan Menkumham. "Saya ributnya sama Pak Menkumham, yang masuk di pengadilan saya sama beliau, bukan sama Romi. Romi itu oknum, jadi tiak ada kaitannya saya sama dia," papar Djan.
Diharapkan, Menkumham mencabut banding atas putusan PTUN. "Saya cuma berharap mudah-mudahan Pak Menkumham mau mengalah dan mencabut bandingnya, karena beliau itu sebenarnya Menteri Hukum yang mengerti undang-undang. Jadi kalau kalah ya sudah, hormati undang-undang, tapi bentuk islah dengan beliau bagaimana, kita tunggu Pak JK, doain ya biar islah," ucap Djan.(win6)