PHE WMO optimistis industri hulu migas meningkat
Meski harga minyak dunia turun

KANALSATU - PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) optimistis industri hulu migas akan meningkat di tahun 2015, meski harga minyak dunia saat ini sedang turun, kata Field Operation Manager PHE WMO.
"Industri hulu migas dihadapkan pada tantangan tak mudah sejak akhir 2014. Harga minyak dunia yang biasa stabil berada di atas USD 100 per barel turun drastis hingga di bawah USD 50 per barel. Dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami," kata Field Operation Manager PHE WMO, Seth Samuel Ambat, Selasa (18/8/15).
Seth Ambat menjelaskan fenomena ini berdampak pula pada industri penunjang dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, industri hulu migas tidak akan duduk diam menerima pukulan tersebut. Seperti pahlawan tempo dulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, maka PHE WMO terus berjuang mempertahankan konstribusi industri hulu migas bagi bangsa dan negara.
"Kami diberi amanah untuk terus meningkatkan produksi dan menambah cadangan baru dengan tetap mengupayakan pembangunan kapasitas nasional," jelas Seth Ambat.
Berdasarkan catatan SKK Migas selama tiga tahun berturut-turut investasi pada industri hulu migas terus meningkat, yaitu dari US$20,4 miliar pada tahun 2013, dan 2014 menjadi US$21,4 miliar, dan 2015 diperkirakan terus meningkat. Peningkatan ini mencerminkan kuatnya industri hulu migas sebagai penggerak perekonomian nasional.
Selain optimistis investasi industri hulu migas meningkat, sepanjang 2015 industri hulu migas juga dapat menekan laju penurunan produksi migas menjadi 1%. Sampai Juni 2015, produksi migas nasional mencapai 1 juta 919 ribu setara per barel per hari, atau sekitar 97,3% dari target APBN-P tahun 2015.
Meskipun produksi masih di bawah target, realisasi penerimaan negara pada semester pertama 2015 mencapai US$ 7 miliar, atau 50,7% dari total penerimaan negara yang direncanakan diterima pada tahun 2015.(win8/win15)