Rizal Ramli minta Pertamina jangan jual avtur terlalu mahal

KANALSATU - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta PT Pertamina (Persero) agar tidak menjual avtur terlalu mahal. Hal itu diungkapkan Rizal terkait keluhan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkait harga avtur dari BUMN energi itu yang lebih mahal 20 persen dari harga avtur internasional.
    
"Pertamina ambil inisiatiflah, jangan jual terlalu mahal karena kalau misalnya nanti beli bukan dari Pertamina ya Pertamina-nya rugi," katanya seusai FGD Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) XI di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/15).
    
Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, harga avtur yang dijual Pertamina memang lebih mahal dari harga internasional. Mahalnya harga avtur Pertamina itu, menurut Rizal, disebabkan oleh adanya komponen biaya lain seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.
    
Ada pun tambahan biaya lainnya yang dikeluarkan Pertamina, dinilai Rizal bisa ditekan hingga 12 persen. "Mestinya harga avtur itu bisa dikurangi paling tidak 12 persen," katanya.
    
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Pertamina menurunkan harga avtur. Menurut dia, komponen avtur memakan separuh biaya operasional maskapai penerbangan yang kemudian berpengaruh besar pada harga tiket penerbangan.
    
Mantan Dirut KAI itu pun tengah mempertimbangkan untuk membuka peluang swasta bisa menjual avtur di bandara domestik.   Di sisi lain, Pertamina menjual avtur 20 persen lebih mahal karena subsidi silang untuk bandara terpencil yang sepi tingkat penerbangannya.
    
Namun, perseroan itu mengaku tengah mengkaji dan berkomunikasi dengan Angkasa Pura II untuk menurunkan pajak penjualan di beberapa bandara agar harga avtur menjadi lebih kompetitif.(win12)

 

Komentar