Tim pra PON kembali menjalani latihan

KANALSATU – Tim sepakbola Jatim proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, menjalani 'back to training center' pemusatan latihan. Ini lantaran pra PON cabor sepak bola dihentikan oleh kepolisian di Semarang, atas rekomendasi tim transisi yang mengambil alih dari KONI pusat sebagai induk olahraga.
Anak asuh Hanafing tersebut, batal berangkat lantaran persoalan belum juga selesai antara tim transisi dengan pihak KONI Pusat. "Kami akan kembali memulai program latihan, Kamis (15/10) sore mendatang. Kami beri kesempatan pemain libur berkumpul dengan keluarganya sehari lagi. Tugas kami di sesi latihan pasca batal tanding Pra PON cukup berat," kata pelatih tim Pra PON Jatim, Hanafing.
"Peak performance pemain saya pikir saat ini sudah lewat. Jadi, saat nanti latihan lagi mereka kembali nol. Karena berdasarkan hitungan kami, performa anak-anak mencapai puncaknya saat Pra PON lalu."
Hanafing menyatakan dari program yang telah disusun sebelumnya, fase puncak pemain memang berpotensi muncul saat gelaran Pra PON. Dia mengatakan tahapan yang dilalui oleh pemain cukup berat dan panjang. Mereka harus menguras potensi fisik saat menggelar training centre (TC) ke Pantai Balekambang, Malang, dan Kebun Teh, Lawang.
"Setelah itu pemantapan teknik dan taktik para pemain lewat berbagai uji coba melawan tim-tim Indonesia Super League (ISL). Rangkaian inilah yang membuat peak performance pemain seharusnya meledak saat Pra PON. Saya harap performa anak-anak tidak anjlok terlalu jauh," kata Hanafing.
Ia berharap, sudah ada keputusan final soal kepastian pelaksanaan Pra PON. Hanafing mengaku menunggu pemberitahuan dari KONI selaku penyelenggara multievent. "Kalau bisa mereka (KONI) dan Tim Transisi menggelarnya, Juni 2016 mendatang. Berdekatan dengan pelaksanaan PON lebih baik," pungkas mantan pelatih PSIM Yogyakarta. (win16)