Jatim kirim surat ke BAORI

KANALSATU - Pelatih cabang olahraga (cabor) sepak bola Jawa Timur Hanafing, meminta timnya untuk melacak dua pemain tim pra PON  Banten, asal Surabaya.

Dua pemain itu,  yang dianggap surat pemindahannya tidak sesuai dengan aturan. Hanafing mengatakan, kedua nama pemain tersebut adalah Dian dan Ovan yang bermain untuk klub Indonesia Muda (IM) Surabaya.

Hanafing mengaku, akan mencari data-data perpindahan kedua pemain tersebut. “Saya dan tim akan melacak kedua pemain ini. Menurut data awal yang kita terima kedua pemain (Dian dan Ovan) ini dari kelurahan Lakarsantri, Surabaya," ujar  Hanafing, saat dihubungi. Jumat (8/4/16).

Hanya, Hanafing belum tahu nama panjang mereka. "Yang pasti mereka ini asal Surabaya dari klub Indonesia Muda (IM), yang juga pernah bermain bersama Evan Dimas di turnamen antar kampung (tarkam) di Lidah.”

“Kita akan coba meminta surat perpindahan dari kelurahan yang mengurus perpindahan, ya mudah-udahan surat tersebut masih ada,” tambahnya.

Diketahui, Banten merupakan tim yang satu-satunya minim persiapan, karena mereka harus ditinggal pelatih Bambang Nurdiansyah yang  menangani  PS Polri. Sebelumnya kedua pemain ini diketahui belum ada dalam skuad tim Banten, itu menjadi indikasi terkuat yang mampu Hanafing beberkan.

“Aturan perpindahan pemain ini, batas akhirnya bulan September 2014. Kita lihat persiapan Banten, namun harus terhenti karena pelatih Bambang Nurdiansyah pindah untuk melatih klub PS Polri. Setahu saya 2 pemain ini tidak terdaftar sebelumnya. Artinya kalau pemain ini baru pindah 2015, harusnya perpindahan dua pemain ini tidak sah,” ungkap Hanafing.

Jika benar terjadi dugaan ini, selanjutnya Hanafing akan memberikan surat protes yang ditujukan kepada Badan Abritase Olahraga Indonesia (BAORI). Pasalnya, BAORI memiliki wewenang terkait perpindahan  atlet untuk PON.

“Kita akan kirimkan surat protes kepada BAORI karena mereka yang memiliki wewenang tersebut. Kalau benar terjadi nanti, BAORI yang akan memutuskan sanksinya,” katanya.

Karena kejadian ini dirinya berharap agar Menteri Pemuda dan Olahraga bisa segera menyelidiki kejanggalan yang terjadi dalam gelaran pra-PON sepak bola.

Sementara, asisten pelatih tim Jatim Yongki Kastanya, mengatakan kedua pemain tersebut  di tim Bajul Ijo. Namun dirinya, belum tahu secara resmi tentang kejelasan kepindahan dua pemain itu.

“Dian sama Ovan itu pernah jadi anak buah saya di Bajul Ijo. Cuma klub asli mereka IM. Memang mereka bermain di Cilegon di divisi 2 tapi saya tidak tahu pasti tentang kepastian mereka,” ujar Yongki. (win16)

Komentar