Francois Hollande tabuh "genderang perang"

KANALSATU - Presiden Prancis Francois Hollande menabung genderang "perang" terhadap pelaku teror di Paris, Prancis. "Kami akan pimpin perlawanan dan kami tidak akan kenal ampun. Saat para teroris bisa melakukan kekejaman seperti itu, mereka juga harus tahu bahwa akan berhadapan dengan Perancis yang bertekad kuat, Prancis bersatu," kata Hollande di Aula samping Bataclan, Paris, Prancis, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (14/11/15).
Aula Bataclan merupakan salah satu lokasi yang diserang secara brutal. Di lokasi ini terdapat korban tewas paling banyak, yakni 112 orang dari 153 korban tewas. Saksi mengatakan, pelaku memasuki aula dan memberondong para korban dengan senjata otomatis selama 10 sampai 15 menit.
Kendati demikian, hingga kini belum diketahui siapa yang menginisiasi serangan beruntun di enam lokasi berbeda tersebut. Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memuji serangan itu, tapi belum mengaku bertanggungjawab.
Sementara itu, para pemimpin dunia menyatakan simpati atas aksi teror di Paris, Prancis. Dewan Keamanan PBB dalam pernyataannya mengutuk keras "serangan teroris barbar dan pengecut", yang melibatkan penyerang bersenjata dan bom di sejumlah tempat, termasuk stadion olahraga dan tempat pertunjukan musik.
Amerika Serikat dan Rusia menyampaikan dukungan mereka dalam pernyataan yang disampaikan kepada Hollande. Turut disinggung pula perang di Suriah yang telah memicu kekerasan Islam. "Sekali lagi kami menyaksikan upaya keji untuk meneror warga sipil tak berdosa. Kami siap memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan pemerintah dan rakyat Perancis," kata Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim ucapan belasungkawa yang mendalam untuk Hollande dan warga Perancis setelah serangan teroris yang mengerikan di Paris. "Rusia mengutuk keras pembunuhan biadab ini dan siap memberikan bantuan untuk menyelidiki kejahatan teroris," demikian pernyataan dari Kremlin.(win6)