Hollande sebut muslim korban fundamentalisme

KANALSATU - Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan, umat muslim menjadi korban terbesar fundamentalisme dan ketidaktoleranan. Pernyataan bernada simpati itu diungkapkan Hollande menyusul serangan kelompok bersenjata ke kantor majalah satir Prancis Charlie Hebdo yang mengakibatkan 17 orang tewas.
“Kaum muslim yang menjadi korban utama fanatisme, fundamentalisme dan ketidaktoleranan. Kita semua bersatu menghadapi terorisme,” kata Hollande di Institut Dunia Arab di Paris, Kamis (15/1/15), yang turut membentangkan spanduk Je suis Charlie (Saya Charlie) di bangunannya.
Baca: Charlie Hebdo kini panen kecaman
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengakui kemampuan intelijen Prancis dan UU antiterorisme milik negerinya harus makin diperkuat. Manuel Valls menyebut instrumen keamanan tersebut jelas gagal membaca bahaya yang membuat belasan orang dibantai di pusat Kota Paris, pekan lalu.
Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden AS Barack Obama bersumpah untuk bersatu melawan ekstremisme kaum islamis melalui tulisan bersama di koran The Times menjelang kunjungan Cameron ke Washington.
Keduanya menegaskan komitmen yang sama, yakni terus bergandengan tangan melawan kelompok yang mengancam nilai-nilai dan cara hidup yang berlaku di negara-negara Barat.(win10)